(dok.TN)
Pondok Indah Mall 1 lantai 2
Jl. Metro Pondok Indah Kav.IV, Jakarta Selatan
10.00 - 22.00 WIB
Common Grounds (CG) Group mewujudkannya di proyek terbaru, LOKAL di Pondok Indah Mall 1.
Nostalgia dikemas masa kini oleh perusahaan F&B yang memopulerkan Common Grounds Coffee Roasters dan ST.ALi Jakarta tersebut. Indonesia di tahun 1940-an, Monas yang masih lengang, aroma lawas Jalan Braga, hingga jajanan keliling dari awal abad 19, menjadi inspirasi.
Sebagai salah satu pembawa tren gaya hidup Australia ke ibu kota, melihat CG Group meramu nilai-nilai lokal adalah hal yang sangat menarik. Makanan, sebagai persembahan seorang Ibu, menetap di indera cecap antar generasi. CG Group menyadari ini dan menjadikan "Senikmat Masakan Ibu" sebagai tagline-nya.
Untuk LOKAL, barista, cupper, dan roaster hebat di dalam grup, berfokus pada kopi-kopi Indonesia. Ini termasuk menciptakan es kopi susu ala Indonesia yang manis, di luar seduh filter dan espresso.
Aston Utan.
Kopi Kintamani yang diproses secara natural ini dipetik dari dataran Gunung Kintamani di ketinggian 1.200-1.400 dpl. Enak untuk kopi susu atau manual brew.
“Coba juga hidangan berkuahnya. Ada Soto Betawi, Soto Ayam Lamongan, atau Soto Mie Bogor. Makanan gorengan yang cocok buat partner ngopi juga ada, seperti Tahu Kipas Goreng, Peyeum Goreng Keju Susu, atau Lumpia Goreng,” ujar Public Relations Manager CG Group, Vangka Stephanny.
Di luar tasting menu ini, LOKAL juga punya Nasi Campur Minangkabau, andalan yang berisi rendang, cumi cabai hijau, daun singkong rebus, gulai nangka, dan sambal hijau. Terdengar nikmat!
Bulan puasa lalu, LOKAL memanjakan tamunya dengan Es Cendol Cicendo, Es Campir Sinar Garut, Es Cincau Petak Sembilan, dan Es Kuwut Bali. Anda pasti sudah jarang mendengar minuman-minuman ini disajikan di sebuah tempat kekinian, 'kan?
Tipe makanan yang klasik, tidak pretensius, membuat LOKAL cepat menemukan tempatnya di hati tamu-tamu baru. Di sini sedari pagi, para wanita senang ngumpul-ngumpul, ditemani kue mangkok gula aren, dadar gulung, atau ropang.
Bagaimana pun, selalu ada ruang bagi kita untuk masakan gaya lama. Rasa yang dekat, tak kunjung jemu, menyampaikan keinginan LOKAL untuk menjadi 'warung kopi' kita semua. (f)
Baca juga:
3 Chef Internasional Akan Hadirkan Makanan Indonesia di London
Gaya Berbeda Penikmat Gelato di Bali dan Jakarta, Kata Gregory Lentini
Trifitria Nuragustina
Topic
#coffeeshopjkt, #kulinerjaksel, #restoranindonesiajaksel