Foto: Dok. Attarine
Satu demi satu, rempah khas negara lain, teknik memasak klasik, serta ragam flatbread, turut mengambil peran dalam resep-resep Jacob. Kita mungkin tak bisa mengotak-ngotakkan hidangannya dengan tradisi tertentu. Sebagaimana kecenderungan restoran yang dijalankan oleh seorang chef eksploratif lainnya, Attarine mendefinisikan tren cita rasa masa kini yang lintas batas.
Sebuah wood fire stove (kompor kayu) digunakan untuk memanggang white snapper lokal yang dibaluri garam alami, cabai jawa, dan daun salam. Variasi lainnya adalah ikan panggang yang disajikan bersama chermoula sauce yang mengandung saffron. Favorit lainnya, Lamb Shoulder dan Chicken Leg berkulit crispy. Berbeda dengan sensasi menikmati fine dining, Attarine adalah sebuah all-day casual restaurant yang memilih untuk mendobrak dengan gaya masak rustic dan menyalakan semangat makan bersama.
Baca juga:
- Sinergi Kopi dan Dessert di Cultivate
- Bersantap Lebih Kasual di ROCA Restaurant & Bar
- Mempertemukan Selera Keluarga di Harlequin Bistro
Jika ingin mencoba di luar jam lunch dan dinner yang ramai, datanglah sore hari untuk menikmati tart Dedy Sutan (Group Pastry Chef), kopi persembahan 1/515 Coffee, atau segelas Roasted Bloody Mary karya Bar Manager Jan Hendrik. Dengan semua pemikat ini, tak heran jika Attarine disebut-sebut akan menghadirkan sisi kuliner dan sosial baru di ibu kota. (f)
Alamat: Jl. Gunawarman No.11A. Jakarta Selatan.
Telp: (021) 2277 1256.
Jam buka: 11.00-16.00 & 18.00-23.00 WIB (Minggu-Rabu), 11.00-16.00 & 18.00-01.00 WIB (Kamis-Sabtu).
Harga: Rp250.000 (rata-rata per orang).
Suasana: Kasual, tapi cukup pantas untuk membawa klien bersantap.
Trifitria Nuragustina
Topic
#KulinerJakarta