Terinspirasi ucapan Albert Einstein tentang waktu, yaitu, “Perbedaan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan hanyalah ilusi yang keras kepala dan terus-menerus,” Yosafat menghadirkan koleksi yang seakan menembus waktu.
Dikenal sebagai sosok desainer yang juga akademisi dan pencinta sejarah fashion dunia, Yosafat memberikan penghormatan akan pola dan siluet seperti Cristobal Balenciaga, keberanian mengolah materi seperti Gabrielle Chanel, sensualitas nyata ala Gianni Versace, hingga elegansi khas Christian Dior.
Malam itu, 19 November 2025, di PITA SCBD, Jakarta, Yosafat mempersembahkan 21 tampilan busana yang menerapkan teknik dan garis rancang desain klasik adibusana dengan material dan pengembangan teknologi modern.
Koleksi Time Dilation didominasi hitam, abu dan silver, dengan aksen iridescent dalam sematan aplikasi kristal, payet, manik, fringe, dan beading. Semuanya dikemas dengan siluet dramatis dalam potongan gaun, rok pensil, rok balon, rok siluet duyung, jaket, atasan, kemben, bustier, dan celana pensil.
Material yang digunakan beragam, baik material adibusana klasik seperti tweed, jacquard, taffeta, organza, satin, velvet maupun material modern seperti lame, acetate, chainmail, lateks, dan kulit ular. Terselip juga crinoline yang memamerkan keahlian tersendiri dalam mengolah bentuk dan detail.
Meskipun banyak terinspirasi gaya rancang dan teknik adibusana, Yosafat Dwi Kurniawan tidak ingin menempatkan koleksinya ini dalam kotak adibusana atau busana siap pakai. Ia membebaskan audiens untuk menilai koleksinya, yang sebagian memang hanya dibuat berdasarkan pesanan.
“Bahwa setelah 15 tahun, saya bangga bahwa saya masih belajar, masih berkembang, dan masih mau memperbaiki diri,” kata anggota Indonesian Fashion Designer Council ini.
Zornia Harisantoso