Fashion Trend
Reinterpretasi Warisan Budaya yang Relevan dengan Zaman di Kuala Lumpur Fashion Week 2025

15 Aug 2025

Koleksi Huntilanak yang mengolah monster dan legenda urban
Koleksi Syomirizwa Gupta
Koleksi Khatreena, Hasz Hisham (atas); Laguna Sydney
Koleksi Uzair Shoid yang berkisah tentang rasa takut, akar budaya, dan jati diri
Koleksi Ezzati Amira untuk Moccona
Koleksi Atelier Fitton untuk Moccona
Koleksi TACT yang mengeksplorasi airport fashion
Koleksi ABU yang mengangkat kenangan dan akar budaya
Koleksi Fiziwoo: Terinspirasi Wallis Simpson (dua di kiri), dan eksplorasi tenun Asia Tenggara
Koleksi Maglifestyle x Tricia Lew
Koleksi Larney x Afiq M (kiri atas, paling kanan); Zaimi Zulkafli
Koleksi Radzuan Radziwill
Koleksi Behati menjadi gong penutup KLFW 2028
Sejak koleksi Sofia Iman di show pembuka menghadirkan beragam koleksi kolaborasi dari interpretasi akan songket, warisan budaya Malaysia hingga negeri serumpun menjadi sumber inspirasi utama para desainer dan jenama fashion di Kuala Lumpur Fashion Week (KLFW) 2025.

Sesuai DNA mereka masing-masing, kekayaan budaya itu dieksplorasi menjadi berbagai busana wanita dan pria yang relevan dengan aman, namun tetap terasa sentuhan tradisi dalam versi modern.

Mereka seakan menunjukkan masa depan fashion Malaysia yang menghargai setiap tradisi namun berselera global.

Kuala Lumpur Fashion Week 2025 menunjukkan kekayaan budaya Malaysia dan negeri serumpun yang relevan dengan zaman. Foto: Dok. KLFW/Saufi Nadzri

Lihat saja koleksi Huntilanak, jenama fashion dari Ryan Alexander Tan yang debut di runway KLFW tahun ini, pada hari pertama (4 Agustus 2025). Tekstil eksperimental dan kain tradisional tampil berani dalam berbagai siluet, dari koleksi yang bercerita tentang monster dan legenda urban khas Malaysia.

Lain lagi dengan rumah mode ternama Malaysia, Rizman Ruzaini, yang menutup show di hari pertama dengan difussion line mereka, RR by Rizman Ruzaini. Koleksi busana wanita mereka terlihat modern dengan cratfsmanship bersumber pada kreativitas khas Malaysia.

Songket di show Sofia Iman; Andrew Tan, Pendiri KLFW; koleksi RR by Rizman Ruzaini dipakai Amber Chia, supermodel internasional asal Malaysia era 90-an. Foto: Dok. KLFW/Saufi Nadzri

Koleksi Syomirizwa Gupta di hari ke-5 (8 Agustus 2025) mencuri perhatian karena ia menghadirkan koleksi busana pesta yang terinspirasi elegansi kaum urban Malaysia.

Di hari ke-6 (9 Agustus 2025), tradisi seperti jadi benang merah dari sebagian besar desainer dan jenama yang tampil. Ada yang kembali ke akar budayanya, seperti Hasz Hisham dengan sentuhan batik Jawa, atau ABU yang mengolah akar budaya sang ayah, Pakistan.

Sementara desainer muda Uzair Shoid meramu kenangan dan warisan budaya, seperti songket dan sarung, menjadi koleksi yang mengukuhkan DNA desainnya.

Fiziwoo juga menghadirkan kekayaan budaya pada sekuens kedua dari dua koleksi di runway KLFW 2025 

Di sekuens kedua, ia menampilkan deretan busana yang menonjolkan wastra dari Malaysia, Indonesia, Thailand dan Brunei Darussalam. Songket Limar yang menawan jadi paduan gaun elegan, atau sulaman kerawang ayak khas Peranakan.

Advertisement
Tradisi yang relevan dengan zaman dalam kreativitas khas Malaysia juga terlihat misalnya pada koleksi Larney x Afiq M, Zaimi Zulkafli, atau TACT yang terinspirasi tren airport fashion, bahkan gubahan para desainer muda di show Denim: Reimagined kolaborasi KLFW dengan Levi's.

Koleksi KLFW x Levi's berkolaborasi dengan stylist Zulvanny Andiny dan 13 desainer dan jenama. Foto: Dok. KLFW/Saufi Nadzri

Gongnya tentu saja show penutup KLFW 2025, Behati, jenama yang dirancang Kel Wen, yang selalu punya ide-ide liar dalam menjelajahi kekayaan negerinya.

Nusantara menjadi inspirasi Behati, yang bermain dalam siluet tegas terinspirasi tradisi (seperti tenun seremonial Pua Kumbu dari suku Dayak Iban di Sarawak dan Kalimantan Barat), serta berbagai elemen lain yang tak cuma milik Malaysia tapi juga negeri serumpun.

Songket Malaysia, batik Indonesia, keris, hingga elemen ala sementing atau ikat pinggang khas suku Dayal Iban berpadu dengan aksentuasi ala Peranakan. Kel Wen memamerkan warisan budaya tanpa hirarki, namun sebuah keindahan visual.

Koleksi Behati di show penutup KLFW 2025 yang menghadirkan keseruan eksplorasi budaya Nusantara. Foto: Dok. KLFW/Saufi Nadzri

Koleksi finalnya yang merupakan penghormatan kepada Tunku Abdul Rahman, Bapak Pendiri Malaysia dan Perdana Menteri Malaysia pertama, menunjukkan mengapa Behati pantas jadi penutup KLFW 2025.

Tahun ini, KLFW 2025 tampil "bigger and bolder" dengan menghadirkan lebih dari 55 desainer dan jenama fashion, menyorot kekuatan talenta muda serta nama-nama terkemuka di peta fashion Malaysia dan Asia Tenggara.

Sejak diinisiasi Andrew Tan 13 tahun lalu, KLFW berusaha menjadi jendela dunia bagi fashion Malaysia yang progresif serta bermain dalam skala lebih luas, baik di Asia Tenggara, Asia, maupun global.

Kuala Lumpur Fashion Week 2025 yang digelar pada 4-10 Agustus 2025 di Esplanade, KLCC Park, itu ditonton oleh lebih dari 15 ribu fashion enthusiasts, termasuk Femina atas undangan KLFW, dan ribuan lainnya yang menonton melalui live streaming, maupun di Suria KLCC lewat layar raksasa di luar tenda selama show berlangsung.

Baca juga:
Koleksi RR by Rizman Ruzaini di Kuala Lumpur Fashion Week 2025, Babak Baru untuk Accessible Luxury
Tampilkan Reinterpretasi Songket, Kuala Lumpur Fashion Week 2025 Dibuka Sofia Iman
Kolaborasi Modinity Group dan Rizman Ruzaini Perkuat Asia Tenggara di Peta Fashion Global

 

Zornia Harisantoso


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?