Foto: CIT
Kreativitas Patrick sebagai seorang desainer, tersihir oleh pesona si cantik Alice yang kerap bergaya vintage, dan perangai Mad Hatter yang kocak. Inspirasi tersebut pun ia curahkan dalam dua busana masterpiece khusus untuk dua karakter utama film dari The Walt Disney Studio tersebut.
“Dalam merancang dua busana untuk Alice dan Mad Hatter ini, saya seperti keluar dari zona nyaman, karena harus menguji imajinasi dan melewati garis rancangan saya biasanya. Namun saya senang bisa berkolaborasi bersama dan menunjukkan karakter unik dan berbeda dari rancangan saya,” ujar Patrick yang mengaku hanya butuh waktu 2 minggu dalam pengerjaannya.
Kendati rancangan ini sangat menarik dan menggambarkan karakter Alice serta Mad Hatter yang khas, dua busana masterpiece tersebut tak akan diperjualbelikan. Tapi, keduanya akan tetap dipamerkan di La Moda, Plaza Indonesia sampai pemutaran film Alice Through the Looking Glass di bioskop tanah air selesai dimainkan. (f)