Tokyo menjadi representasi kota metropolis yang bergerak dengan kecepatan tinggi, namun tetap menyediakan ruang untuk dimensi yang intim dan kontemplatif, selaras dengan esensi spiritual Jepang.
Koleksi ini pun mengekspresikan dualitas tersebut, menggabungkan berbagai gaya beragam, mulai dari gaya Brit-country kontemporer, detail terinspirasi Barat, aksen punk, hingga sentuhan romantis.
Siluet lebih ramping menciptakan estetika baru, begitu pula sentuhan gorp core, berasma kardigan oversized dan wol dalam model uniseks.
Sulaman tangan berpola Nordik, rok bervolume serta sepatu bot berhak ikut meramaikan koleksi ini.
Selain sepatu bot, beragam alas kaki lainnya diperkenalkan, seperti flats ala balerina dengan studs dan ujung logam berbentuk kotak, sepatu weightlifting dari arsip Onitsuka Tiger dalam gaya kulit bertali dengan studs, serta sneakers hitam bertatahkan kristal.
Model MEXICO 66 yang ikonis pun dihadirkan kembali dengan sentuhan gemerlap terinspirasi musik pop era 1980-an.
Dua tas chic melengkapi koleksi ini: Tas boling khas Onitsuka Tiger yang dimodifikasi hiasan kristal, serta mini pochette dengan tali oversized yang diprediksi akan menjadi aksesori favorit.
Show Onitsuka Tiger di Milan ini juga dihadiri sejumlah selebritas global, termasuk bintang Korea Wi Ha-jun, aktris Australia Phoebe Tonkin, aktris Filipina Heart Evangelista, dan Cinta Laura. (f)
Baca juga:
Gaya dengan Barrel Jeans, 3 Jenama Lokal Ini Bisa Jadi Opsi
Chloé Buka Butik Pertama di Jakarta, Hadirkan Gaya Luks Berjiwa Bebas dari Chemena Kamali
Inspirasi Gaya Ramadan dari Koleksi Terbatas Sapto Djojokartiko