Awalnya dinamakan “Chouchou,” tas ini berubah nama jadi Lady Dior Ketika dihadiahkan kepada Putri Diana. Nama barunya jadi penghargaan kepada sang putri, salah satu ikon fashion di abad ke-20.
Kini, di bawah arahan Jonathan Anderson sebagai direktur kreatif baru, Dior menghadirkan Lady Dior hasil reinterpretasi seniman tekstil terkenal asal AS, Sheila Hicks. Hicks 'membungkus' Lady Dior dengan 'jubah' dari rangkaian tasel atau rumbai yang ditata seperti ponytail atau kuncir kuda.
Koleksi Lady Dior ini debut di runway koleksi Dior Men Summer 2026 pada akhir Juni silam. Para model memakai tas yang dijuluki Hicks “gugusan kuncir kuda” itu ala cross-body; dalam warna-warna menawan, jalinan linen dan benang sutra membentuk dimensi tersendiri.
Sheila Hicks sendiri juga ingin agar Lady Dior versinya bisa mengundang rasa penasaran orang yang melihatnya saat kita kenakan di tempat umum; membuat orang bertanya tentang detail tas itu.
Dikonsepsikan kembali sebagai objek seni tekstil, pada titik pertemuan antara mimpi, puisi, dan imajinasi, Lady Dior reinterpretasi Sheila Hicks ini akan tersedia mulai Januari 2026 (kecuali kamu VVIP Dior yang sudah punya duluan).
Baca juga:
Greta Lee dan Mia Goth Menyusul Mikey Madison Sebagai Brand Ambassador Dior
Koleksi Dior Men Winter 2025-2026 Kembali ke Legasi Monsieur Dior
Koleksi Kapsul DIOR Lucky, Terinspirasi Benda Favorit Monsieur Dior
Zornia Harisantoso