Konsep ini mengilhami koleksi Sapto Djojokartiko Spring/Summer 2025, yang menekankan pada konsep casual workwear namun versatile untuk bertransformasi menjadi outfit untuk bersosialisasi bagi pemakainya.
Para penonton fashion show dibawa sejenak ke lokasi skena Bali (dengan sedikit sentuhan gaya modern New York), lewat dekorasi di The Penthouse, Sentra Senayan II, Jakarta, yang disulap bertema coastal, lengkap dengan pasir dan elemen geometris.
Selanjutnya, gaya para pekerja urban, baik wanita maupun pria, versi Sapto Djojokartiko mengalir cepat tanpa henti, seolah melukiskan mobilitas tinggi mereka. Luaran dalam bermacam siluet silih berganti dengan dress, atasan-bawahan, hingga layering yang stylish sekaligus fungsional.
Palet warna ciri khas Sapto Djojokartiko, seperti Oyster, Nero, dan Camel bermain bersama warna-warna cerah Capri (biru keabuan), Sriracha (merah-jingga), Ming (hijau terang), dan Chardonnay (kuning mentega).
Karena setiap koleksi adalah bagian dari perjalanan kreatif Sapto Djojokartiko, koleksi Spring/Summer 2025 ini bisa dibilang perjalanan Sapto Djojokartiko dalam menginterpretasi skena trendi menjadi suatu elegansi yang berdaya pakai tinggi untuk para pemakainya.
Baca juga:
BIASA di JFW 2025, Rhapsody Koleksi Narasi 30 Tahun
Keseimbangan Hidup dalam Gaya Sporty ala Studio 133 Biyan
Natalia Kiantoro Tampilkan The Paper Plane di Miracle Runway di JFW 2025
Zornia Harisantoso
Topic
#jenamalokal