Kini, setelah berkarya di Polo Ralph Lauren, Michael 'pulang' ke Celine, yang menurut Michael, dalam rilis untuk media setelah show, adalah sebuah perjalanan yang emosional sekaligus membahagiakan. Apalagi kini dunia sudah berubah, sehingga tantangan yang harus ia hadapi pun berbeda.
Michael menulis bahwa Celine itu adalah kualitas dan koleksi yang timeless dan terkenal akan gaya khasnya.
Apa yang ia tulis memang diwujudkan dalam koleksi debutnya, CELINE Printemps 2026, yang hadir di off-schedule Paris Haute Couture Week 2025 pada 6 Juli 2025, dengan lokasi di kantor pusat Celine di 16 rue Vivienne, Paris.
Hôtel Particulier ini dibangun pada tahun 1648; lokasi show dihiasi scarf raksasa, menaungi para penonton yang duduk dalam tata letak seperti bentuk logo Triomphe dari Celine.
Di tengah kurang gempitanya line up rumah mode yang menampilkan koleksi adibusana, show koleksi ready-to-wear Celine di sini sangat ditunggu-tunggu.
Michael menghadirkan busana wanita dan pria yang terinspirasi siluet busana khas Celine yang dilahirkan 2 direktur kreatif sebelumnya, Phoebe Philo dan Hedi Slimane, yang sebenarnya sedikit kontras.
Selama di Celine, Phoebe memperkenalkan gaya yang elegan dan minimalis dalam palet nuansa netral dalam material luks. Estetikanya chic dan cool dengan tailoring unggul, Phoebe juga sering menghadirkan aksesori gaya tumpuk untuk aksentuasi desain minimalisnya.
Sementara Hedi di Celine menghadirkan gaya rock 'n' roll yang berjiwa muda dengan estetika casual chic. Jaket kulit dan siluet ramping adalah ciri khas Celine di era ini. Selain itu, di era Hedi Celine memiliki lini busana pria.
Koleksi debut Michael merangkum kedua sisi dengan semangat kekinian. Dibuka dengan jaket berpotongan asimetris dipadankan skinny jeans nyaris mirip legging, rancangan Michael terlihat berjiwa muda dan sangat wearable.
Satu demi satu koleksinya menyorot estetika Celine yang timeless, berdaya pakai tinggi, namun dengan sentuhan legasi dari Phoebe dan Hedi.
Tailoring apik dalam beragam potongan? Ada. Jaket kulit? Ada, bahkan dalam beberapa warna. Berbagai siluet bawahan dari skinny jeans, kulot, baggy pants, hingga legging? Ada juga.
Soal palet warna, Michael bermain dalam nuansa klasik hitam dan putih, juga gading, khaki dan cokelat, hingga warna-warni seru seperti biru beberapa tona, hijau, dan merah, dalam colorblocking seru tanpa berteriak.
Untuk aksesori, gaya tumpuk kalung dan gelang menyelingi kehadiran tas khas Celine yang direinterpretasi, seperti Phantom Bag. Satu yang pasti, belt asimetris yang mirip obi sekaligus gaya equestrian sukses mencuri perhatian.
Melihat koleksi debut ini secara keseluruhan, styling jadi kuncian. Setiap potong, yang bisa berdiri sendiri dan timeless untuk dipakai berulang-ulang, menampilkan total look yang kompak karena styling mumpuni.
Kita mendapat inspirasi padu padan warna vibrant yang tetap chic dipakai kerja, atau jaket kulit dengan korsase emas yang edgy dipadankan celana yang dressy.
Padu padan dress dengan flat shoes, atau sweter oversize dengan belt unik, juga menunjukkan kalau setiap individu adalah penentu total look yang mereka kenakan, untuk memberikan attitude tersendiri.
Lihat saja sebagian koleksi Celine Printemps 2026 di sini!
Zornia Harisantoso