Fashion Trend
Biyan Hadirkan A Chromatic Reverie, Keindahan Tradisi dalam Semesta Mimpi

2 Aug 2025

Palet warna elegan terlihat sejak tampilan pertama
Busana pria yang tak kalah menonjolkan detail
Busana wanita yang kaya detail dan embellishments
Siluet busana pria beragam, sekilas terlihat mirip wastra
Koleksi mewah, sebagian terinspirasi siluet beskap
Detail menunjukkan craftsmanship level berbedaa
Motif Art Nouvea dan padu padan gaya sarung
Para front row: Nagita Slavina, Alyssa Daguise-Al Ghazali, Omar Daniel
Para front row: Marsha Timothy, Dion Wiyoko, Maudy Ayunda
Laura Basuki, muse yang juga jadi salah satu model
Gemeresik beragam material, seperti sutra dengan jacquard atau velvet dengan lamé, ditingkahi suara entakan lembut sepatu, menjadi bisikan merdu yang membuka fashion show Biyan bertajuk A Chromatic Reverie.

Berlangsung di Grand Ballroom InterContinental Jakarta Pondok Indah pada 30 Juli 2025, pergelaran koleksi Spring/Summer 2026 ini langsung memikat perhatian sejak Jacey Philana, model muda Indonesia yang jalan di Paris Haute Couture Week, muncul sebagai First Face.

A Chromatic Reverie, semesta mimpi Biyan yang indah dan kaya detail. Foto: Dok. Biyan, Dok. Femina

Tata panggungnya sendiri terlihat simpel tapi mencuri pandangan, dengan bola raksasa warna hijau (dan warna lain, tergantung lighting) dari tumbuhan bertengger di tengah runway nan luas. Sang bola bisa jadi representasi elemen botani–favorit sang desainer; bisa juga melambangkan semesta mimpi Biyan, sesuai interpretasi judul show ini.

Ada 115 looks busana wanita dan pria dihadirkan Biyan, dalam siluet terinspirasi keagungan legasi budaya Nusantara. Lilitan sarung terlihat pada beberapa looks, begitu juga reinterpretasi beskap.

Bola tanaman raksasa seperti orbit di semesta Biyan. Foto: Dok. Biyan

Tak hanya sutra, jacquard, velvet dan lamé yang berpesta di sini; Biyan juga memakai French lace dan gabardine dalam mengeksplorasi busana yang dinamis baik dipakai tunggal maupun dengan beberapa layering.

Motif geometri dengan sentuhan Art Nouveau dan ala shibori melintas indah di runway, memakai hiasan embellishments seperti kristal, payet, macramé cording, bordiran emas yang rumit, hingga aksentuasi dari logam.

Semuanya terlihat menyatu dengan total looks, bukan tempelan. Setiap detail diselesaikan manual, memamerkan level craftmanship tersendiri dan gaya tak lekang waktu.
Advertisement

Saat lalu lalang di runway, beberapa paduan motif dan embellishments terlihat menyerupai motif batik atau tenun dari jauh, menghadirkan Indonesia dalam narasi modern tanpa melupakan tradisi.

A Chromatic Reverie memamerkan palet warna beragam, yang sebagian besar menonjolkan elegansi, seperti lila, ungu tua, hijau zaitun, saffron alias kuning kunyit, emerald, midnight blue, serta nuansa tembaga dan emas.

Ramai tapi tak berteriak, rumit tapi begitu wearable. Foto: Dok. Biyan

Paduan ungu-hijau di beberapa looks sungguh inspiratif, yang tak berhenti pada busana tapi juga pada sepatu model Mary Jane yang dipakai para model wanita.

Sulit untuk tidak jatuh cinta pada pandangan pertama dengan koleksi ini; pengalaman 40 tahun lebih dari Biyan tampak jelas dari tiap detail. Nyaris sempurna tanpa harus berteriak, membentuk kenangan visual tak terlupakan, sebelum menjemputnya jadi milik pribadi.

Baca juga:
Koleksi Studio 133 BIYAN Raya 2025 di Galeries Lafayette Jakarta, Surat Cinta untuk Estetika Kontemporer Nusantara
Keseimbangan Hidup dalam Gaya Sporty ala Studio 133 Biyan
Eksplorasi Wastra Nusantara dalam Saptojo Heritage, Koleksi Terbaru Sapto Djojokartiko

 

Zornia Harisantoso


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?