Celebrity
Teza Sumendra, Pria Terseksi

25 Mar 2016


Mengecap popularitas sebagai penyanyi solo, tidak banyak yang tahu bahwa Teza sebenarnya lulusan ajang pencarian bakat: Indonesian Idol. Ironisnya, Teza mengaku tak terlalu nyaman bila karier di dunia musik dikaitkan dengan ajang tersebut. Padahal, di ajang itu  ia mampu menembus 10 besar bersama penyanyi Ikhsan Tarore dan Dirly.
           
Teza berusia 17 tahun saat mengikuti ajang tersebut satu dekade lalu. Di usia semuda itu, ia mengaku belum sepenuhnya siap menapaki dunia reality show yang memerlukan aneka gimmick untuk menaikkan rating. Babak demi babak menyadarkan Teza bahwa menjadi penyanyi dalam ajang adu bakat membutuhkan lebih dari sekadar suara bagus.

“Ada banyak hal yang kemudian didramatisasi untuk menarik perhatian penonton. Kebebasan berekspresi sebagai seorang penyanyi terpaksa dikorbankan untuk kepentingan komersial,” kenang Teza.
           
Meski begitu, ia mengaku tidak menyesal karena banyak belajar dari kompetisi tersebut. Beragam tempaan selama menjadi finalis Indonesian Idol membuat mentalnya jadi lebih tangguh dan matang. Ia juga  makin memahami industri televisi di Indonesia berkat pengalamannya itu. “Sekarang, saya jadi lebih tahu bagaimana cara membawa diri saat berurusan dengan kepentingan komersial,” uja Teza, bijak.
           
Ia memang tak memenangkan kontes tersebut. Namun, hal itu tidak jadi penghalang langkahnya mewujudkan impian menjadi penyanyi profesional. Diakuinya, ia memang sudah bercita-cita menjadi penyanyi sejak masih kecil. Naluri dan bakatnya itu ia tunjukkan lewat kegemaran menyanyikan lagu-lagu lawas, semisal Ben ataupun I Love You Daddy.  Saat itu, Teza kecil kerap berdiri di atas tempat tidur orang tuanya, Johnny dan Djuriah, seakan-akan tengah bernyanyi di panggung. Penontonnya? Ayah, ibu, dan kakaknya.
           
Advertisement
Tanggap dengan bakat Teza, sang ayah pun tergerak mengiringi putra bungsunya itu dengan keyboard. “Ayah saya guru piano. Tahu saya suka menyanyi, beliau langsung berinisiatif mengenalkan lagu-lagu kesukaannya kepada saya,” kenangnya, tersenyum. Di usia 6 tahun, telinga Teza telah terbiasa mendengarkan musik-musik Motown kesukaan sang ayah seperti yang biasa dibawakan penyanyi Marvin Gaye, Stevie Wonder, Al Jarreau, hingga Michael Jackson.
           
Memiliki orang tua yang menyukai jenis musik itu, Teza merasa bersyukur. Sebab, hal itulah yang kemudian membentuk kepribadian dan karakternya dalam bermusik. Segala aksi panggung, cara bernyanyi, dan penampilan Teza saat ini adalah hasil dari proses mempelajari black music kesukaannya. Salah satu panutannya adalah Usher, yang menurutnya mampu membawakan lagu dengan menarik, atraktif, dan seksi. Ia pun meleburkan semua itu sesuai identitas diri, hingga menghasilkan paket komplet yang unik.
           
Dan, keunikan Teza memang menyisakan kekaguman tersendiri, terutama bagi banyak wanita. Oleh sebuah majalah pria, Teza bahkan dinobatkan sebagai salah satu pria terseksi di Indonesia. Teza merasa aneh dengan anggapan tersebut. Ia sendiri merasa tidak berwajah tampan dan sering kali minder. “Jujur, saya merasa lebih puas ketika orang lain menghargai karya ketimbang penampilan. Saya malah merasa aneh saat ada cewek yang memuji, ‘Kak Teza, kamu ganteng banget, deh,’” ujar Teza, tertawa.
           
Penyanyi yang gemar traveling ini memang selalu tertantang hal baru. Segala kesuksesan yang ia raih saat ini pun tidak lantas membuatnya berpuas diri. Teza mengaku masih menyusun beragam strategi jitu untuk bisa survive di industri musik Indonesia. Salah satunya, dengan cara merilis single satu per satu dari keseluruhan 5 lagu yang ada di album perdananya itu.
Saat ini, ia tengah mempromosikan dan menyiapkan videoklip untuk single keduanya, Satu Rasa. “Saya sengaja bikin album dulu, lalu merilis single-nya satu per satu. Ini adalah strategi saya, agar tak kehabisan energi untuk mempromosikan album perdana saya,” tegas pria yang mengagumi aktris Tara Basro ini.
           
Sebagai upaya promosi, Teza juga mulai menghapus beberapa post di Soundcloud yang berupa cover lagu orang lain. Ia kini lebih banyak mengunggah lagu-lagu karya sendiri. “Ini saya lakukan untuk menghilangkan image penyanyi bersuara ‘bunglon’ spesialis lagu orang lain. Saya ingin dikenal sebagai penyanyi yang mampu berdiri di atas karya sendiri,” pungkas Teza, penuh harap.(f)
 


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?