Foto: Vini Damayanti
”Awalnya, nih, saudara dan teman-teman saya yang meminta saya ikutan. Saya justru enggan. Tapi karena mereka terus mendukung, ya sudah saya coba saja. Puji Tuhan saya ternyata lolos seleksi dan menjadi bagian dari 14 finalis,” ujarnya.
“Tentu saja saya senang bisa masuk tiga besar—sama sekali nggak menyangka. Apalagi, tubuh saya termasuk mungil untuk model. Yang bikin makin happy, saya bisa bertemu kembali dengan orangtua saya setelah dua bulan berpisah.”
Patricia pun mengakui kalau Wajah Femina berperan besar untuk kesuksesannya ini. Menurutnya, jika seseorang ingin menjadi peserta Asia’s Next Top Model, setidaknya dia memiliki ilmu dasar yang diperlukan di dunia permodelan. Hal ini bisa diraih melalui Wajah Femina.
“Dengan mengikuti WF, saya memperoleh banyak manfaat untuk profesi saya sebagai model. Di ajang WF saya diajarkan teknik public speaking, manners, attitude, hingga berkomunikasi dengan sesama finalis, fotografer, juri, hingga belajar menerima kritik. Sebagai finalis AsNTM, kita harus siap menerima kritik. Sekejam apa pun, kritik mereka membuat kita lebih baik. Bisa dibilang, mental saya ditempa di WF sehingga bisa lebih siap saat dikritik juri di AsNTM. Bagaimana pun, kita nggak hanya mewakili diri sendiri, tapi juga negara,” tutupnya. (f)
Topic
#AsiaNextTopModel