Bagi Angel Pieters, rumah adalah tempat seseorang tumbuh, mengenal cinta, menghadapi kekecewaan, belajar memahami, hingga menemukan kembali arti nyaman dan pulang.
Semua rasa itu ia tuangkankan ke dalam mini album (EP) Rumah, yang baru saja dirilis akhir September silam.
Berisi tujuh lagu—sebagian sudah dirilis lebih dulu sebagai single, EP ini seakan jadi ruang bagi Angel untuk menuangkan berbagai cerita dalam kehidupannya, termasuk tentang cinta dan kerinduan, kehilangan, hingga proses berdamai dengan segala hal yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
“Di dalam rumahku pernah ada kekecewaan, kesedihan, perasaan-perasaan yang tak sempat terungkap hingga berujung pada perpisahan, juga amarah yang tak kunjung selesai,” kata Angel Pieters.
Karena itu, lewat EP ini, Angel ingin berbagi beberapa cerita, yang mungkin juga relatable untuk banyak orang.
Garis Tangan bercerita tentang cinta yang harus dilepaskan ketika takdir, sementara Separuh Hidupku menampilkan sisi cinta yang penuh dan mendalam,
Dua lagu lainnya, Cinta dan Andai, turut memperlihatkan sisi lain dari perjalanan kehidupan Angel, termasuk tentang kehilangan dan rasa syukur.
Sedangkan Rumah Sendiri yang jadi unggulan di EP ini membawa perspektif yang lebih reflektif tentang bagaimana seseorang dapat merasa tersesat dan kesepian, bahkan di tempat yang seharusnya menjadi rumah.
“Setiap lagu di Rumah punya cerita dan perasaannya sendiri,” ungkap Angel, yang ikut menulis di setiap lagu, kecuali dalam Separuh Hidupku dan Cinta.
“Mini album ini menjadi bagian dari perjalanan aku untuk terus bertumbuh sebagai musisi sekaligus manusia, dengan membawa cerita-cerita yang semakin dekat dengan fase kehidupan saat ini,” kata Angel.
EP Rumah karya Angel Pieters kini dapat didengarkan di Digital Streaming Platform (DSP). Mendengarkannya bisa jadi pengingat manis kamu untuk menemukan kembali arti rumah bagi diri sendiri. (f)