Celebrity
Leonardo Dicaprio, Siksaan di Suhu Dingin

29 Feb 2016



Film Titanic yang dirilis 19 tahun silam menjadi momentum penting dalam karier Leonardo DiCaprio di dunia peran dan hiburan. Namanya berhasil dinominasikan di Golden Globe dalam kategori Aktor Terbaik di tahun 1997, untuk perannya di Titanic. Setelah itu, hampir semua film yang dibintanginya mendapatkan nominasi di ajang-ajang bergengsi seperti Golden Globe dan Academy Awards.

Film yang membuatnya dinominasikan dalam Golden Globe tahun ini, The Revenant, disutradarai oleh Alejandro González Iñárritu, yang sudah banyak menghasilkan film-film berpotensi meraih pernghargaan, seperti Babel dan Birdman. Kerjasama sutradara dan aktor berbakat ini menghasilkan The Revenant, yang baru dirilis pada hari Natal tahun 2015, namun sudah berhasil menyabet tiga penghargaan dari ajang Golden Globe  2016 kemarin dan 12 nominasi Oscar termasuk kategori Aktor Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Film Terbaik.


The Revenant
diangkat dari novel karya Michael Punke dengan judul yang sama, dan berdasarkan dari kisah nyata seorang fur trapper bernama Hugh Glass di Amerika pada tahun 1820-an yang ditinggalkan kelompoknya setelah ia diserang seekor beruang hingga terluka parah.

Proses syuting The Revenant ini tidak seperti Birdman yang mengambil latar belakang kota New York yang modern, melainkan di alam terbuka yang diselimuti salju dan minim cahaya. Kanada dan Argentina dipilih sebagai lokasi syuting dengan total durasi syuting selama 9 bulan. Iñárritu hanya mau menggunakan cahaya alami selama proses syuting agar bisa mendapatkan hasil maksimal. Kebutuhan ini menjadi  tantangan terbesar selama proses syuting, selain suhu yang bisa mencapai -40˚C di musim dingin, yang juga menjadi penyebab minimnya cahaya matahari.
Advertisement

Syuting di cuaca sangat ekstrem membutuhkan banyak persiapan, dan DiCaprio mengakui bahwa selama berkarier di dunia perfilman, The Revenant adalah film tersulit baginya. Salah satu yang harus dilakukannya adalah menceburkan diri ke air bersuhu ekstra dingin selagi pakaian dari kulit elk dan beruang yang beratnya mencapai 45 kilogram.

DiCaprio juga harus memastikan daya tahan tubuhnya supaya terhindar dari hipotermia yang bisa membahayakan dirinya dan seluruh proses syuting. Namun totalitasnya untuk film ini dicapai ketika ia harus memakan mentah-mentah hati bison liar untuk mendukung perannya sebagai seseorang yang sedang bertahan hidup di tengah padang salju.

Untuk adegan berkelahi dengan beruang, DiCaprio menuturkan koreografi yang sempurna ditambah bantuan teknologi canggih membuat DiCaprio menjadi emosional saat pengambilan adegan tersebut. “Adegan berkelahi dengan beruang mungkin menjadi tantangan yang tersulit bagi saya, tapi saya yakin penonton akan bisa merasakan bagaimana perasaan seseorang yang sedang berkelahi dengan binatang liar tanpa ada seorang pun yang membantu,”.
DiCaprio mengaku kalau ia sudah beberapa kali berhadapan dengan situasi yang mengancam nyawanya, dan ia menggunakan ingatannya dari momen itu untuk mendapatkan hasil akting yang diinginkan.   

Selama proses syuting, DiCaprio harus berada di ruang make up setidaknya 5 jam setiap harinya, untuk memasang luka buatan dari prostetik yang akan dilekatkan ke tubuhnya. Luka-luka buatan itu semakin mempertegas posisi DiCaprio sebagai pemeran Hugh Glass yang terluka parah saat diserang beruang secara brutal.
Semua hasil jerih payah DiCaprio beserta seluruh kru di belakang layar terbayar saat The Revenant memenangkan 3 penghargaan Golden Globe dan mendapatkan 12 nominasi Oscar. Untuk tahun ini, nama DiCaprio juga sangat diperhitungkan dalam perhelatan Oscar dan sudah digadang-gadang memenangkan kategori Pemeran Pria Terbaik.(f)
 


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?