Foto: Dok. Femina Group
“Sebagai salah satu mahasiswa angkatan 2000-an, saat itu masih ada gencet-gencetan. Saya pun termasuk yang menjadi korban bullying. Sayangnya, ini menjadi tradisi. Saat saya menjadi senior, giliran saya yang mem-bully para junior.”
Begitu memasuki usia matang, Andini menyesali adanya gencet-gencetan di masa kuliah ini. Menurutnya, ini terjadi karena orang-orang ingin menunjukkan kekuatan dan kekuasaan mereka. Padahal Andini berpendapat kalau kekuasaan bisa diperoleh melalui pencapaian positif, bukan kekuatan.
“Kita bisa meraih sesuatu entah di akademik maupun aktivitas sosial. Jadi orang melihat kita bukan karena takut, tapi bangga. Buat orang berpikir kalau dia ingin menjadi seperti kita. Hindari mem-bully orang lain. Sebaliknya, jadikan diri kita sebagai sumber inspirasi,” tutupnya. (f)
Baca juga:
Setelah 3 Tahun Mengalami Momen Penuh Teror, Ini Tip Afgan untuk Mengatasi Bullying
Pengalaman Bullying Ayu Gani: Mulai dari Dijuluki Kecoak Sampai Dilempari Botol
Topic
#mentalmerdeka, #bullying