Foto: Instagram @britneyspears
Para pendukung Britney menyuarakan tagar #FreeBritney atau 'bebaskan Britney' di luar gedung pengadilan Los Angeles. Menurut kabar yang beredar, wanita berusia 38 tahun tersebut akan bersaksi tentang keadaan finansial, kehidupan pribadi, dan kesehatan mentalnya.
Berdasarkan kesepakatan hukum, sejak tahun 2008 Britney tak pernah bisa mengontrol finansial maupun keputusan kariernya. Pengadilan menetapkan wali atas pengaturan karier dan finansial wanita kelahiran Mississipi, Amerika Serikat tersebut. Hal ini biasa diberlakukan kepada individu yang tidak mampu membuat keputusan untuk dirinya sendiri karena masalah kesehatan mental.
Karena itu, ayah dan pengacara Britney telah mengatur aset dan kehidupan pribadinya selama bertahun-tahun, termasuk membatasi siapa yang boleh menemuinya dan berkomunikasi kepada dokter yang menangani masalah kesehatannya.
Keadaan finansial Britney harus dicatatkan pada pengadilan. Berdasarkan laporan dari Business Insider, Britney memiliki kekayaan sebesar 59 juta US$ pada 2018 dan menghabiskan 1,1 juta US$ untuk biaya wali dan urusan hukum di tahun yang sama.
Pada Maret 2019, Andrew Wallet, pengacara Britney mengundurkan diri dari posisinya sebagai pendamping wali. Ia mengatakan bahwa jika keterikatan Britney dengan para wali tak dilonggarkan, maka keadaan tersebut akan menimbulkan kerugian dan bahaya bagi harta Britney maupun para wali.
Sementara itu, Jamie Spears, ayah Britney mundur sebagai wali pada September 2019 lalu dengan alasan kesehatan. Sebagai penggantinya, pengadilan menunjuk Jodi Montgomery, manager Britney untuk menggantikan posisinya.
Berdasarkan dokumen pengadilan, mundurnya Jamie sebagai wali Britney hanya bersifat sementara, meskipun ada dugaan Jamie telah merebut cucunya yang berusia remaja dari tangan Britney. Sementara itu, Montgomery akan tetap menjadi wali Britney hingga 22 Agustus mendatang.
Britney mulai menunjukkan gangguan kesehatan mental setelah perceraiannya dengan Kevin Federline pada 2007. Wanita kelahiran 2 Desember 1981 ini kehilangan hak asuh atas kedua anak lelakinya.
Tanda-tanda masalah kesehatan mental Britney tampak di muka publik. Ia pernah menjadi buah bibir karena mencukur habis rambutnya dan memukul mobil paparazzi dengan payung. Britney pun keluar masuk panti rehabilitasi.
Wanita yang memulai debut musiknya di tahun 1997 ini dirawat di pusat psikiatri setelah menolak serahkan anaknya kepada polisi. Tak lama setelah itu, pengadilan menetapkan wali atas keuangan dan kehidupan pribadi Britney pada 2008. Selama berada di bawah kontrol wali, Britney tetap berkarier. Ia merilis tiga album dan tampil di sejumlah acara televisi.
Penggemar Britney percaya ia dipaksa untuk menyetujui perjanjian dengan para wali dan telah mengisyaratkan minta pertolongan melalui media sosial. Tagar #FreeBritney dimulai pada 2009 dari sekumpulan penggemar yang tidak setuju dengan penetapan wali atas Britney.
Kampanye #FreeBritney kembali menyeruak setelah ia kembali masuk pusat kesehatan mental karena tekanan emosional pada 2019 lalu. Pendukung Britney meminta Gedung Putih akhiri sistem wali yang diterapkan pada Britney. Petisi tersebut disampaikan bulan ini dengan lebih dari 125.000 dukungan. Para penggemar berkumpul di gedung pengadilan menyuarakan #FreeBritney. Tagar tersebut kembali jadi tren di media sosial.
Britney sendiri belum berkomentar tentang adanya dukungan #FreeBritney tersebut. Tetapi ia menyatakan dalam keadaan baik-baik saja. Penyanyi yang pertama kali dikenal lewat lagu “Baby One More Time” ini juga meminta penggemar untuk tidak selalu percaya tentang apa yang didengar atau dibaca setelah ia sempat dibawa ke rehabilitasi mental pada 2019.
“Jika kamu mengira bahwa saya tidak mengunggah sendiri video di media sosial…kamu salah,” ujar Britney dalam video yang diunggahnya di akun instagram pribadi. Bulan ini Britney juga menulis di instagram, “Saya paham sebagian orang mungkin tidak suka atau tidak paham unggahan saya. Tapi inilah saya yang bahagia. Ini saya yang nyata,” tulisnya.
Salah satu orang terdekat Britney menyatakan bahwa wali atas Britney diberlakukan untuk membantunya menangani masalah kesehatan mental jangka panjang. Ia menganggap kabar pelanggaran hak pribadi Britney hanyalah sebuah isu.
Sementara itu, Lynne Spears, ibu Britney, dilaporkan meminta kepada pengadilan untuk menjadi wali Britney. Dikutip dari dokumen yang dilaporkan The Blast, Lynne ingin membantu menangani finansial Britney juga mengurus putra Britney.
Sebuah sumber yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa Britney percaya sang ibu akan lebih memberi keleluasaan bagi dirinya untuk mengatur keuangan pribadi.(f)
BACA JUGA:
Kylie Jenner Dituding Bukan Seorang Miliarder
Kolaborasi Blackpink Dan Lady Gaga di Sour Candy Pecahkan Rekor Baru
Hebat! BLACKPINK Pecahkan 5 Rekor Guinness World Records Lewat Satu Judul Lagu Saja
Topic
#BritneySpears, #KesehatanMental