Mengutip Dewi, Sebastian Gunawan dan Cristian Panarese menjadikan batik sebagai jiwa, kebaya tubuhnya, disempurnakan interpretasi global sebagai sayapnya. “Koleksi ini adalah dialog antara akar dan arah, antara identitas dan keberanian untuk berkembang,” kata Sebastian Gunawan.
Di runway Dewi Fashion Knights II, koleksi Cerminan Waktu hadir menampilkan elemen menswear, sebuah pendekatan baru dalam perjalanan Sebastian Gunawan menafsirkan ulang kebaya, yang terasa lebih hidup bagi generasi muda.
Beberapa minggu setelah fashion show, di momen berdekatan, dua selebritas ternama, Dian Sastrowardoyo dan Kris Dayanti, terlihat memakai koleksi runway di dua acara berbeda.
Mereka memadukannya dengan sentuhan personal masing-masing, menjadikan koleksi ini terasa modern namun tanpa kehilangan tradisi berkebaya.
Siluet kontemporer dengan struktur lembut namun arsitektural ini seakan menggabungkan keindahan dan kekuatan perempuan masa kini–tak kalah ikonik dari kebaya janggan yang dipakai Jeng Dasiyah, karakter yang diperankan Dian dalam serial Gadis Kretek.
Untuk tampilan ini, Dian menghadirkan sentuhan personal lewat kalung dan anting dari Mondial.
Satu lagi dari koleksi Cerminan Waktu dikenakan Kris Dayanti–kebaya merah dengan kerah dan cuff gaya Elizabethan.
Kris Dayanti memberikan sentuhan personal lewat bawahan rok batik dengan belahan, serta dalaman lace hitam. Penyesuaian ini juga memudahkan geraknya saat menjadi entertainer di acara tersebut.
Untuk aksesori, Kris Dayanti mengenakan tusuk konde, giwang, serta bros warna emas menghiasi bagian pinggang, mengaksentuasi siluet pinggang nan ramping–seluruhnya dari Subeng Klasik.
Zornia Harisantoso