Foto-foto: Des
“Sangat jarang kawasan padat penduduk di wilayah Sumba Timur. Rumah satu warga dengan warga lainnya sangat berjauhan, sehingga sulit untuk mendirikan sekolah,” kata Yusuf di sela acara peresmian gedung PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Gracia Kids 2 di Desa Papu, Watumbaka, Sumba Timur pada Sabtu, 26 Januari 2019 lalu.
Yusuf menambahkan bahwa berdasarkan kebijakan pemerintah daerah Sumba Timur, semua desa wajib memiliki PAUD. Hingga kini, ada sekitar 223 PAUD dan taman kanak-kanak (TK) baik yang formal maupun non formal yang ada di Sumba Timur.
“PAUD sangat penting bagi anak-anak untuk mengawali pendidikan. Dimana anak-anak yang masuk sekolah dasar (SD) yang telah mengawali pendidikan di PAUD memiliki tingkat kecerdasan yang lebih baik,” ujarnya.
Dalam proyek ini YWPK berkontribusi membangun perpustakaan dan toilet agar dapat mendorong minat baca dan minat belajar anak-anak, sekaligus sebagai bentuk partisipasi mencerdaskan bangsa. Pembangunan fisik proyek sekolah tersebut dimulai pada September 2018 dan selesai pada Januari 2019.
“Bangunan PAUD ini juga didesain unik untuk menarik minat wisatawan, agar dapat menjadi referensi destinasi pariwisata di Sumba Timur. Kami harap, ke depannya wisatawan dapat berkontribusi membantu anak-anak dan guru di Desa Papu, misalnya dengan membawa buku untuk anak-anak di sini,” kata Gabriella.
Jonathan Thamrin, Founder Travacello Care mengungkapkan, proyek pembangunan sekolah bertajuk Sumba School Project tersebut sebagai bagian untuk meningkatkan taraf pendidikan dan kualitas hidup masyarakat di Sumba Timur.
Bangunan sekolah PAUD Gracia 2 dibangun dengan desain seperti rumah adat Sumba, yaitu berbentuk rumah panggung. Dibangun di atas lahan hibah dari warga seluas 1 hektar, dengan luas bangunan 415 m2. Bangunan tersebut berisi 2 kelas besar, toilet anak (4 perempuan dan 4 laki-laki), toilet dewasa, dapur, gudang, perpustakaan, teras dan bale-bale.
Material bangunan yang digunakan antara lain untuk lantai dari papan kayu tebal, sedangkan dinding dan partisi menggunakan kombinasi kayu dan gedek. Bagian kisi-kisi ventilasi dan rangka atap dibuat menggunakan bambu, sementara struktur tiang dan rangka menggunakan kayu balok. Atap dari bangunan ini terbuat dari jerami, alang-alang, sebagai penanda khas rumah adat Sumba.
“Hingga saat ini, ada sekitar 30 anak yang belajar di PAUD Gracia. Mengubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya pendidikan masih menjadi tantangan bagi kami,” kata Marthen. (f)
Baca Juga:
Permintaan Meningkat, Wings Food Hadirkan Kopi Susu Kemasan Siap Minum
Di Jogja, Komunitas Slow Food Nikmati Beras Warisan Kerajaan
Topic
#sumba, #sumbatimur