Sehubungan dengan merebaknya COVID-19 masyarakat disarankan menunda kunjungan ke rumah sakit kecuali dengan kondisi darurat. Ini ditujukan untuk mencegah penularan virus corona. Rumah sakit adalah salah satu tempat yang memiliki risiko tinggi penyebaran dan terpapar virus.
Tunda dulu ke psikiater kecuali ada perilaku atau pikiran bunuh diri, kekerasan yang membahayakan, atau emosi yang tidak terkenali. Tunda dulu ke dokter spesialis urologi kecuali kondisi genting seperti tidak bisa buang air kecil, buang air kecil berwarna merah, atau nyeri pinggang hebat.
Tunda ke dokter gigi kecuali kondisinya seperti perdarahan yang tidak berhenti atau infeksi yang menyulitkan napas. Bahkan Anda bisa menunda ke dokter spesialis jantung kecuali ada kondisi sesak, nyeri dada yang menjalar ke lengan, leher, atau punggung, atau nyeri dada yang disertai mual, muntah, dan keringat dingin.
Menyiasati situasi ini beberapa institusi kesehatan melakukan inovasi telemedis, konsultasi dokter dari rumah. Coba tanyakan pada bagian informasi rumah sakit atau dokter langganan tentang fasilitas ini. Salah satu yang mulai menerapkan ini adalah Rumah Sakit Universitas Indonesia. Pasien tinggal melakukan registrasi secara daring untuk mendapat konfirmasi konsultasi dari pihak rumah sakit. Lalu setelah membayar tagihan, pasien akan mendapat panduan lewat nomor telepon yang terdaftar. Setelah konsultasi, obat atau resep akan dikirim menggunakan jasa pengiriman.
Telemedis juga menjadi jalan aman untuk pemeriksaan kehamilan yang telah diterapkan oleh banyak rumah sakit saat ini. Ini juga dilakukan klinik perawatan kulit ERHA. Mereka mengembangkan teledermatologi untuk melakukan konsultasi dengan dokter kulit tanpa perlu keluar rumah. Prosedurnya kurang lebih sama.
Layanan ini bahkan bisa dilakukan lewat Drive Thru Service, dimana pelanggan bisa mendapat injeksi tadi atau memesan suplemen ERHA Skincore dan ERHA Zincore yang memiliki fungsi antioksidan dan meningkatkan daya tahan tubuh, tanpa turun dari mobil.
Telemedis yang belakangan mulai berkembang, di masa pandemi ini ternyata bisa jadi solusi. (f)
Baca Juga:
Survei: Dampak Pandemi COVID19, PHK Menjadi Alternatif Terakhir yang Dipilih Pengusaha
Lebih Aman Silaturahmi Lewat Virtual
Donasi 500.000 Tablet Chloroquin untuk 25.000 Pasien COVID19
Topic
#biznews, #corona, #covid19, #telemedis