Mengajak kita kembali mengapresiasi sejarah juga jadi semangat selebrasi ulang tahun ke-64 dari Hotel Indonesia Kempinski, dengan acara utama berlangsung pada 5 Agustus 2026.
Kali ini, sejarah bukan hanya sebuah nostalgia tapi juga pengalaman yang bisa dinikmati lintas generasi—bahkan bersama para karakter populer dari Si Unyil.
Mengusung tema Ādi-Kartā, yang dalam Bahasa Sanskerta yang berarti “arsitek utama/pertama,” perayaan ini memberikan penghormatan kepada Presiden Soekarno, sosok yang berada di balik visi awal Hotel Indonesia ketika pertama kali dibuka pada 1962.
Bagi Soekarno, hotel ini bukan sekadar tempat menginap, melainkan sebuah “living room for the nation”—ruang yang merepresentasikan wajah Indonesia melalui arsitektur, seni, budaya, dan kehidupan sosialnya.
Acara selebrasi ulang tahun ke-64 ini sekaligus membuka pameran The Founders: A Legacy Beyond Time, hasil kolaborasi Hotel Indonesia Kempinski dengan Neo Gallery, dan dikurasi oleh Hendra Himawan.
Lobi hotel pun berubah menjadi sebuah perjalanan visual menelusuri perkembangan seni Indonesia, menampilkan karya indah para maestro Tanah Air, yaitu S. Sudjojono, Affandi, Basoeki Abdullah, Hendra Gunawan, Lee Man Fong, Dullah, Wakidi, dan R.M. Pirngadie.
Pameran ini juga tidak berhenti pada generasi lama. Di Nirwana Lounge, karya peruma kontemporer M. Ghoni dan Haidar Ammar dipamerkan, menciptakan percakapan antara warisan seni masa lalu dan perspektif Indonesia hari ini.
Sejarah Indonesia juga ditampilkan Hotel Indonesia Kempinski melalui ikon budaya pop paling relatable bagi generasi yang tumbuh di era televisi nasional tahun 80-an, Si Unyil.
Hotel Indonesia Kempinski Jakarta menggandeng Produksi Film Negara (PFN) dan Museum Gubug Wayang Mojokerto untuk membawa kembali boneka tangan dari acara Si Unyil, Unyil dan teman-teman, dari Ucrit sampai Pak Raden.
Acara lain dalam rangkaian Ādi-Kartā berlangsung sepanjang Agustus. Tamu dapat menikmati perjalanan kuliner yang terinspirasi hidangan favorit Soekarno (seperti Nasi Pecel yang dicoba para undangan di acara selebrasi), bertemu Unyil dalam sesi weekend brunch, serta mendapatkan memorabilia ulang tahun ke-64.
Anak-anak juga diajak ikut “berburu harta karun” melalui holiday passport berisi 64 benda family treasure hunt yang mengajak keluarga menjelajahi sejarah, kuliner, seni, dan warisan budaya.
Hotel Indonesia dibangun dengan gagasan besar tentang bagaimana Indonesia ingin dilihat dunia. Enam dekade lebih kemudian, pertanyaannya bukan hanya bagaimana mempertahankan warisan tersebut, tetapi bagaimana membuat generasi baru merasa bahwa warisan itu juga milik mereka. (f)
Baca juga:
Sambut Imlek, Kempi Deli dan CHUCHAT Bikin Kolaborasi Grab and Go
Keseruan Festive Season di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta dalam Tema The Holiday Spectacles
Makna Kemewahan di 10 Tahun Four Seasons Hotel Jakarta
Zornia Harisantoso