BizNews
Priyanka Chopra Dukung Deklarasi Percepat Kesetaraan Gender di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika

9 Mar 2021


Foto: Shutterstock


Beberapa waktu lalu, Procter & Gamble (P&G) mengumumkan deklarasi terbaru untuk mempercepat kesetaraan gender di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika dalam acara tahunan P&G yang ketiga, konferensi #WeSeeEqual summit. Digelar secara virtual untuk pertama kalinya, acara ini menghadirkan berbagai tokoh terkemuka dari sektor swasta maupun publik, untuk menjawab sejumlah tantangan kesetaraan gender dan wanita, dalam menyikapi tantangan terutama di masa pandemi. 
 
Mengusung tema #Unsaid and #Undone, konferensi ini ingin menyatukan suara dan dukungan, juga mempertemukan sejumlah tokoh terkemuka untuk mengulas wacana terkini terkait kesetaraan gender, serta aksi-aksi yang diperlukan untuk mencapai perkembangannya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Magesvaran Suranjan selaku Presiden P&G untuk Asia Pasifik, Timur Tengah dan Afrika mengumumkan deklarasi sebagai berikut:
  • P&G akan mengedukasi lebih dari 30 juta remaja putri di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika mengenai pubertas dan kebersihan melalui program "Always and Whisper Keeping Girls in School" selama tiga tahun ke depan.
  • P&G berkomitmen untuk mengeluarkan total kumulatif sebanyak $200 juta dolar AS yang akan digunakan untuk bekerjasama dengan para wanita pemilik bisnis di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika pada 2025.
  • P&G meluncurkan "Share the Care", yakni kebijakan cuti orang tua terbaru di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah & Afrika. Dalam naungan program "Share the Care", semua pegawai yang baru menjadi orang tua berhak memperoleh cuti dalam tanggungan perusahaan minimum selama delapan minggu (ayah), dan cuti tambahan selama enam minggu untuk masa pemulihan ibu yang melahirkan.
  • P&G berkomitmen untuk mencapai kesetaraan gender di seluruh lingkungan kerja di wilayah Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika dengan perbandingan 50- 50 pada akhir tahun 2022.
 
Menjadi tuan rumah dalam konferensi tersebut, P&G Chief Brand Officer, Marc Pritchard dan South African Media Personality, Entrepreneur dan Philanthropist yakni Bonang Matheba menjadikan acara ini sebagai ajang untuk berbagi pengalaman dan wawasan dengan menyuarakan aspirasi mereka dalam iklan dan media guna menjangkau jutaan orang, yang bertujuan menantang peran gender yang tidak fleksibel dan menggaungkan pemberdayaan pria dan wanita.
 
Di acara yang sama Alex Keith, CEO P&G Beauty dan Priyanka Chopra Jonas, aktris, produser, dan UNICEF Goodwill Ambasador, juga berbagi pengalaman mengenai isu kesetaraan gender yang pernah mereka alami. Sebagai satu-satunya CEO perempuan di 10 besar perusahaan kecantikan di dunia, Alex mengaku pernah mengalami perlakuan yang secara tidak langsung merendahkan dirinya sebagai perempuan di masa ia masih berkuliah. Mengambil jurusan yang mayoritas laki-laki, ia sempat dipertanyakan oleh dosennya di kampus dan dianggap salah jurusan. Nyatanya Alex mampu lulus dengan nilai terbaik. 
Advertisement
 
Lain cerita Priyanka yang dibesarkan di India. Merasa bersyukur terlahir di keluarga modern, Priyanka menyaksikan betapa perempuan di India tidak bisa mendapatkan hak yang setara dengan laki-laki. Baik itu mengenai hak pendidikan, kesehatan, hingga pernikahan. Perjalanannya menjadi seorang mega bintang pun juga diterpa permasalahan kesetaraan hak. “Di dunia entertaintment, aktris perempuan mendapatkan bayaran yang lebih rendah,” ungkapnya.
 
Kini, kedua wanita tangguh ini menjadi bukti bahwa setiap perempuan bisa mengubah paradigma tersebut. Di posisi di mana suara mereka didengar, keduanya akan terus berkolaborasi dan berkomitmen untuk terus mengatasi permasalahan ini. (f) 


Baca juga:
5 Hal yang Bisa Dilakukan Perusahaan untuk Mendukung Wanita di Tempat Kerja
Setahun Pandemi, Wanita Tercatat Lebih Aktif Menggunakan Layanan Health Tech
Ini Cara Mencintai Diri Sendiri Sepenuhnya dan Temukan 'Kekuatan Super' Anda

 


Topic

#hariperempuansedunia, #internationalwome'sday, #gender, #kesetaraangender

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?