BizNews
Musikal Perahu Kertas Ajak Penonton untuk Terus Bermimpi

13 Feb 2026

Kugy dan Keenan yang menjalin cinta di antara perjuangan mewujudkan mimpi. Foto: Dok. Indonesia Kaya


Musik sudah jadi bagian dari kehidupan masyarakat kita, tapi kenapa tontonan musikal yang khas Indonesia tak hadir secara berkala? Artinya, musikal yang bukan adaptasi Broadway atau lakon internasional, bukan juga musikal ala operet jadul.

Musikal Perahu Kertas menjawab keinginan pencinta seni Indonesia untuk kembali mendapatkan tontonan musikal yang menarik dengan cerita relevan dengan kehidupan kita. 

Digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, sejak 30 Januari hingga 15 Februari 2026, musikal ini dipersembahkan oleh Indonesia Kaya dan Trinity Entertainment Network berkolaborasi dengan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST).

Musikal Perahu Kertas dalam tata panggung penuh warna dan lagu-lagu orisinal. Foto: Dok. Indonesia Kaya

Musikal Perahu Kertas menghadirkan cerita tentang perjalanan hidup, pilihan, dan keberanian untuk tetap setia pada mimpi di tengah realitas. Pementasan ini menjadi debut Trinity Entertainment Network di panggung musikal, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia Kaya dalam menghadirkan karya seni pertunjukan yang relevan dan bermakna bagi lintas generasi.

Antusiasme penonton terhadap tontonan ini telah terlihat sejak penjualan tiket dibuka. Tidak hanya di akhir pekan, jadwal pementasan di hari biasa juga mendapat respons positif dari masyarakat. Kisah Perahu Kertas, yang merupakan karya Dee Lestari, dekat di hati masyarakat, yang mulai mengapresiasi pertunjukan musikal.

“Musikal ini merupakan wujud komitmen kami untuk mendukung industri pertunjukan Indonesia dan menghadirkan karya lokal yang relevan, jujur, dan berkualitas melalui kolaborasi para kreator terbaik,” kata Yonathan Nugroho, Produser Eksekutif Musikal Perahu Kertas dan CEO Trinity Entertainment Network 

Mempersembahkan penampilan spesial pada pertunjukan 30 dan 31 Januari 2026, Dee Lestari membagikan perasaannya. 

Advertisement
Perahu Kertas telah menempuh perjalanan yang sangat panjang, dari benak, ke halaman, ke layar, dan kini ke panggung musikal. Kisah Kugy dan Keenan bertransformasi ke dalam bentuk yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya, dan perjalanan ini mengajarkan saya bahwa mimpi yang dijaga dengan sabar akan selalu menemukan jalannya bermanifestasi,” ujar Dee, yang berharap versi musikal ini dapat memantik para penonton untuk berani hidupkan lagi mimpi-mimpi,

Adegan Kugy dan Keenan di Sakola Alit. Foto: Dok. Indonesia Kaya

Musikal Perahu Kertas bercerita tentang Kugy (Alya Syahrani), perempuan pengkhayal penuh mimpi, menulis dunia kecilnya lewat dongeng dan kata-kata. Sementara Keenan (Dewara Zaqqi), lelaki cerdas dan artistik, mengungkapkan imajinasinya melalui kanvas dan warna. Keduanya bertemu dalam perjalanan hidup yang penuh pilihan, mimpi, dan perasaan yang tidak selalu mudah diungkapkan.

Diproduseri oleh Billy Gamaliel, Eunike Elisaveta dan Chriskevin Adefrid, pementasan ini mempertemukan dunia musik, sastra, dan teater dalam satu pengalaman pertunjukan yang penuh emosi dan energi. 

“Melalui karya ini, kami ingin terus berkontribusi dalam menghidupkan ekosistem teater musikal Indonesia dan mengingatkan bahwa mimpi selalu layak diperjuangkan,” ujar Billy Gamaliel, yang juga Program Manager Indonesia Kaya.

Ditulis oleh Widya Arifianti, Musikal Perahu Kertas tidak hanya menampilkan kisah cinta dua tokoh utama, tetapi juga cerita yang berkembang melalui hubungan dengan keluarga, sahabat, serta mimpi yang saling berkaitan; memperlihatkan bahwa perjalanan hidup tidak selalu linear, namun selalu memberi ruang untuk menemukan arah kembali.

Disutradarai dan dikoreografikan oleh Venytha Yoshiantini, Musikal Perahu Kertas diterjemahkan ke dalam bahasa panggung yang mengandalkan kekuatan gerak dan ritme emosi, sehingga penonton bisa merasakan perjalanan Kugy dan Keenan.

Tata panggung yang membuat penonton ikut larut dalam cerita dan emosi para tokohnya. Foto: Dok. Indonesia Kaya

Selain itu, pertunjukan ini diperkaya oleh musik orisinal hasil kolaborasi komposer Ifa Fachir dan Simhala Avadana.

Lagu utama Perahu Kertas yang dipopulerkan oleh Maudy Ayunda menjadi pengikat emosional sepanjang pertunjukan, bersama 21 lagu lainnya, seperti Miliaran Manusia dan Agency–dalam irama yang familiar dan menghidupkan adegan-adegannya. (f)


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?