BizNews
Keindahan Visual dan Keberlanjutan di Bali Fashion Trend 2025

11 Jan 2026

Fomalhaut Zein (tengah) dengan koleksinya, Bedouin, menutup Bali Fashion Trend 2025. Foto: Dok. BFT 2025


Akhir tahun lalu, Bali menggelar pesta fashion berskala internasional, Bali Fashion Trend (BFT) 2025, dipersembahkan Indonesian Fashion Chamber (IFC) Denpasar Chapter.

Berlangsung pada 18-21 Desember 2025 di Onyx Park Resort, Ubud, BFT 2025 mengusung tema besar Beyond Beauty, yang mencerminkan evolusi mode modern yang tak sekadar tentang estetika dan keindahan visual, tapi juga tentang nila-nilai dan keberlanjutan, serta kolaborasi lintas sektor.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Ari Satria, S.E., MA, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, antara lain menyampaikan, “Melalui Bali Fashion Trend 2025, kita merayakan bagaimana budaya, dan inovasi dapat dipadukan dalam satu runway yang menegaskan bahwa warisan budaya Indonesia dapat menjadi daya tarik kuat bagi pasar internasional.”

Koleksi MYMD dari Deden Siswanto tampil di show Kemenekraf hari ketiga BFT 2025. Foto: Dok. BFT 2025

BFT 2025 menghadirkan 105 desainer nasional dan internasional, termasuk desainer tamu dari Malaysia, Italia, dan Iran. Lima sekolah mode dari berbagai institusi pendidikan terkemuka juga diberikan panggung khusus untuk menampilkan kreativitas bagi para siswanya.

Runway BFT 2025 menampilkan kurasi karya yang dibagi dalam empat kategori utama: Casual Resort Wear, Ethnic Contemporary, Evening Wear, dan Modest Fashion.
Advertisement

Koleksi Shaznazh for Her dari Malaysia di hari terakhir BFT 2025. Foto: Dok. BFT 2025

Selain itu, komitmen terhadap sustainable fashion tetap menjadi pilar utama BFT yang terlihat dari koleksi di runway, yang menggunakan material ramah lingkungan, teknik produksi minim limbah, penguatan craft lokal, serta desain tahan lama dan fungsional. Visi ini sejalan dengan arah perkembangan global, menunjukkan masa depan fashion yang berkelanjutan.

Berbagai rangkaian kegiatan pendukung industri juga digelar selama empat hari, termasuk business networking, mini talk sessions, dan seminar.

Koleksi Sofie untuk show Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di hari terakhir. Foto: Dok. BFT 2025

Deretan program ini menjembatani hubungan di antara desainer, pelaku industri, buyer, media, dan publik, sekaligus menjadikan Bali sebagai episentrum fashion kreatif yang memadukan budaya, pariwisata, dan inovasi bisnis. (f)

Baca juga:
BRICS+ Fashion Summit 2025 Ciptakan Ruang Dialog dan Kolaborasi untuk Ekosistem Fashion Global
12 Jenama Fashion Melangkah ke Pasar Global Melalui ASIK Fashion Connect dari Kementerian Ekonomi Kreatif RI
Di Panggung ESMOD Jakarta Creative Show 2025, Pemain Baru Industri Fashion dan Kreatif Pamerkan Projek Final



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?