Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mengambil lokasi di area Monumen Nasional (Monas), penyelenggaraan Jakarta
Marathon yang berlangsung pada Minggu, 28 Oktober 2018 dipusatkan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan.
Selain perubahan lokasi
start/finish, rute lomba lari pun mengalami perubahan. Tapi, rute baru yang dilalui oleh para peserta Electric Jakarta Marathon 2018 telah melewati proses kalibrasi dan memperoleh sertifikasi dari
Association of International Marathon and Distance Races (AIMS) dan
International Association of Athletics Federations (IAAF).
Penentuan rute baru ini telah didesain sedemikian rupa oleh penyelanggara agar para pelari tetap bisa menikmati keindahan
landmark-landmark ikonik kota Jakarta, seperti Kawasan Kota Tua, Fatahillah Square, Gereja Katedral, Masjid Istiqlal, serta berlari di antara megahnya gedung-gedung pencakar langin di Ibukota. Dengan demikian, Jakarta akan semakin mendapat pengakuan sebagai salah satu destinasi
sport tourism berkelas international.
Jakarta Marthon kali ini diikuti oleh 12.000 peserta. Tercatat sebanyak 1.067 peserta adalah pelari asing yang datang dari berbagai negara di dunia, antara lain Malaysia, Jepang, India, Hungaria, Prancis, Polandia, Kenya, Uganda, dan Brazil. Jepang menjadi salah satu negara dengan peserta terbanyak, yakni 427 pelari.
(f)