BizNews
Inspirasi dari Para Peneliti Perempuan L'Oréal-UNESCO For Women in Science

31 May 2024

Dunia sains membutuhkan peneliti perempuan. Foto: Dok. L'Oréal Indonesia

Memperingati Hari Kebangkitan Nasional sekaligus merayakan 20 tahun program L'Oréal-UNESCO For Women in Science, L'Oréal Indonesia mengadakan acara Beauty That Moves: Women in Science.

Saat membuka acara, Melanie Masriel, Chief of Corporate Affairs, Engagement, and Sustainability L'Oréal Indonesia, menekankan pentingnya inovasi di bidang sains. "Kami memiliki lebih dari empat ribu peneliti di seluruh dunia dan menghasilkan 610 paten pada tahun 2023; 54% di antaranya dibuat oleh perempuan."

L'Oréal-UNESCO For Women in Science adalah sebuah kemitraan unik dari umum-swasta untuk mengakui, menyemangati dan mendukung perempuan di bidang sains di seluruh dunia. Sejak dibentuk, program ini telah memberi pengakuan kepada lebih dari 1.200 ilmuwan perempuan berbakat dari 103 negara di seluruh dunia. 

Ada 3 fokus utama program ini, yaitu L'Oréal-UNESCO Awards (penghargaan kepada peneliti perempuan mapan di bidang Life Science dan Non-Life Science), L'Oréal-UNESCO International Fellowship (pendanaan tahunan kepada 15 perempuan peneliti muda, 3 dari tiap benua untuk proyek penelitian selama 2 tahun), dan L'Oréal-UNESCO Fellowship - Nasional.

Tahun ini, L'Oréal-UNESCO National Fellowship di Indonesia, yang merupakan kemitraan L'Oréal Indonesia dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI (melalui Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO), akan memberikan pendanaan penelitian kepada 4  perempuan peneliti muda Indonesia, di bidang Life Science dan Non-Life Science. Kandidat dari Indonesia mendapat kesempatan untuk memperebutkan International Fellowship di tingkat dunia.

Di Indonesia, program ini berperan penting dalam mendukung perkembangan para peneliti perempuan muda (di bawah 40 tahun) di Indonesia.

Advertisement
Prof. Dr. Herawati Sudoyo, anggota Dewan Juri Program L'Oréal-UNESCO For Women in Science, mengatakan bahwa program ini memberikan lebih dari sekadar dana penelitian. "Program ini memberi kesempatan bagi perempuan peneliti untuk memaksimalkan kreativitas dan inovasi mereka."

Empat alumni inspiratif dari program ini juga hadir untuk berbagi pengalaman mereka. Dr. Ines Irene Caterina Atmosukarto, kini berkarier di Australia, berbicara tentang kolaborasinya dengan pemerintah Indonesia dalam pemanfaatan ilmu pengetahuan. 

Prof. Dr. Fenny Martha Dwivany dari ITB berbagi tips tentang mencintai dan berkarier di bidang sains. Dr. Noryawati Mulyono, pendiri Biopac.id, menceritakan bisnis solusi sampah plastiknya, sementara Dr. Pietradewi Hartrianti, Dekan di Indonesia International Institute for Life Science, membahas penelitiannya tentang model jaringan kanker 3D.

Acara ini tidak hanya memberikan inspirasi tetapi juga dorongan bagi perempuan muda untuk bermimpi dan berkarya di bidang sains. Fikri Alhabsie, Director of Corporate Responsibility L'Oréal Indonesia, berharap kisah-kisah para alumni dapat memotivasi lebih banyak perempuan peneliti di Indonesia. "Dunia sains butuh perempuan, dan dunia kita butuh sains," kata Fikri.

Baca juga:
APR Pertajam Skill Bisnis Wanita Wirausaha di Riau Lewat Program Fashion Accelerator Akademi Femina
Dukung Pemberdayaan Perempuan, Pertamina Gelar Renjana Cita Srikandi 17-19 Mei 2024
Percepat Inklusivitas dan Kesetaraan Gender di Lingkungan Kerja Dorong Kesuksesan Jangka Panjang
 

Amelia Listi


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?