BizNews
Evolusi Jadi Tema Kawan Nusantara Tahun Ini

31 Jul 2026

Koleksi Artwear TULOLA, Evolusi, diluncurkan di Kawan Nusantara 2026
Eksplorasi bentuk gebogan hingga macan yang bisa bergerak-gerak pada bros
Sri Luce Rusna dan Happy Salma (tengah); Reza Rahadian, Trianzani, Dee Lestari, Marsha Timothy
Kawan Tulola lainnya: Faradina Mufti, Ayushita, KD, Yuni Shara
Sebagaimana kita, warisan budaya pun sebenarnya tidak pernah berhenti berevolusi. 

Tradisi terus hidup karena mampu beradaptasi dan menemukan bentuk baru di setiap zaman, tanpa kehilangan akar nilai.

Alasan ini membuat perayaan Kawan Nusantara yang digagas TULOLA tahun ini menghadirkan tema Evolusi, dan telah berlangsung di Nusantara Ballroom, The Dharmawangsa, Jakarta, pada 23-24 Juli silam.

“Kami percaya tradisi selalu hidup karena manusia terus memaknainya kembali. Evolusi adalah pameran tentang bagaimana tradisi, keterampilan, dan nilai-nilai leluhur terus menemukan bentuk baru tanpa kehilangan jiwanya,” ujar Happy Salma, Founder dan Creative Conceptor Tulola.

Tema Evolusi diterjemahkan ke dalam  instalasi artistik yang menelusuri perjalanan subeng, salah satu ornamen telinga tradisional Bali selama berabad-abad. 

Instalasi terbagi menjadi 4 tahap yang merepresentasikan perjalanan subeng. Tahap pertama adalah Persembahan, menampilkan motif subeng menggunakan pola arsitektur padma, terinspirasi oleh bentuk bangunan tradisional Bali yang digunakan sebagai tempat persembahan. 

Instalasi Persembahan dan Ekspresi. Foto: Dok. Tutola

Pada tahap kedua atau Ekspresi, bentuk subeng diwujudkan dalam motif bunga lotus, dipadukan tanaman rambat dan tangkai yang menjulur ke segala arah, representasi dari seni ukir subeng yang semakin ekspresif dan bernilai estetis. 

Advertisement
Nilai jadi tahap ketiga, dengan subeng sudah memasuki ruang sosial dan ekonomi yang lebih luas, sehingga dilihat sebagai produk kriya yang memiliki nilai ekonomi. Motif keranjang bermotif bunga lili jadi simbol aktivitas ekonomi sekaligus terjalinnya hubungan sosial. 

Dan di tahap terakhir atau tahap Transformasi, bentuk subeng mengadopsi elemen tipografi bertuliskan “Evolusi,” yang menjadi penanda bahwa tradisi tidak pernah berhenti bergerak.

Tahap Nilai dengan motif bunga lili, dan Transformasi, serta akhir dari instalasi. Foto: Dok. Tulola

Menelusuri instalasi ini, pengunjung bisa memahami bagaimana sebuah artefak budaya berevolusi melalui perubahan fungsi, bentuk, material, hingga pendekatan desainnya.

“Perhiasan selalu menjadi penanda zaman. Dalam Evolusi, kami ingin menunjukkan bahwa tradisi tidak berhenti pada bentuk aslinya. Ia berkembang bersama manusia yang menciptakan, mengenakan, dan mewariskannya,” kata Sri Luce Rusna, Founder dan Creative Designer Tulola. 

Di Kawan Nusantara, Tulola juga meluncurkan koleksi Artwear Evolusi, yang terdiri atas 48 items berupa anting, subeng, bros, sirkam, kalung dan gelang, memadukan pekerjaan tangan yang prima dengan teknik seni perhiasan Nusantara. 

Koleksi ini menggunakan motif-motif yang diberi nama Canang, Macan, Sinar, Bunga, dan Kupu-kupu, yang melambangkan proses evolusi. Sebagian koleksi juga dibuat dalam material berbeda, sehingga harganya lebih terjangkau.

Kawan Nusantara 2026 juga menghadirkan kolaborasi dengan jenama kreatif Indonesia yang ikut merayakan karya lokal dan inovasi, yaitu Camani, Ella & Glo, Glashka, Jeffry Tan, Marista Santividya, Perajin Perak Desa Wisata Taro, Koperasi Konsumen Uma Tinung Kambata, Linette Bags, Nail Art by MUA Tuli Bakti BCA, Wastraloka, dan Roemah Kebaya Vielga. (f)
 

Zornia Harisantoso


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?