Berkolaborasi dengan Ananda Sukarlan Center dan diadakan di Four Seasons Hotel Jakarta akhir Januari lalu, acara ini menampilkan fashion show koleksi terbaru Alleira Batik untuk Imlek, menghadirkan interpretasi batik ke dalam berbagai busana elegan. Motif flora sebagai simbol pertumbuhan, harapan, dan keberuntungan terlihat jadi sorotan dalam koleksi yang tersedia untuk wanita dan pria ini–dari atasan ala Tang Suit hingga cheongsam.
Fashion show yang dihadiri sekaligus ikut diperagakan oleh para sahabat Alleira Batik lintas generasi ini berjalan hangat, dibuka dengan penampilan pianis Ananda Sukarlan yang membawakan tiga repertoar dalam sentuhan musik oriental, sesuai tema acara.
Ananda membawakan gubahannya dari lagu ikonik tahun 1970-an milik penyanyi Taiwan legendaris, Teressa Teng, berjudul The Moon Represents My Heart. Lagu ini disusul Rapsodia Nusantara No.36 yang merupakan gubahannya dari lagu daerah Banten asal tahun 1940-an, Dayung Sampan.
Untuk nomor terakhir, Ananda membawakan Rapsodia No.39, gubahannya dari lagu NTT berjudul Oras Loron Malirin, yang dimainkan hanya dengan tangan kiri namun tetap kaya ritmis. Lagu ini menunjukkan bahwa bermain piano bukan halangan bagi mereka dengan disabilitas.
A Heritage in Bloom juga menyambut Tahun Kuda Api dengan kepedulian sosial. Hasil donasi yang dikumpulkan melalui partisipasi para undangan akan disalurkan kepada Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) sebagai bentuk dukungan bagi anak-anak pejuang kanker di Indonesia. Sebuah kebaikan dalam memperingati Hari Kanker Sedunia pada 4 Februari. (f)
Baca juga:
Keindahan Visual dan Keberlanjutan di Bali Fashion Trend 2025
BRICS+ Fashion Summit 2025 Ciptakan Ruang Dialog dan Kolaborasi untuk Ekosistem Fashion Global
3 Ikon Baru Yayasan Jantung Indonesia Suarakan Hidup Sehat untuk Semua Generasi
Zornia Harisantoso