Dengan botol ringkas dan tutup bulat hitam dalam desain minimalis (yang menginspirasi desain kemasan banyak parfum lokal), Byredo adalah representasi dari bagaimana aroma bisa menjadi bentuk ekspresi personal.
Byredo—singkatan dari istilah lama dalam Bahasa Inggris “by redolence” untuk parfum beraroma manis—adalah parfum yang diciptakan oleh Ben Gorham, mantan atlet basket profesional yang juga berlatar belakang seni dan desain.
Gorham yang berdarah campuran India, Skotlandia, dan Kanada lahir di Swedia, besar di Kanada dan AS, sebelum kembali ke Swedia untuk kuliah seni.
Berawal dari pertemuannya dengan perfumer Pierre Wulff, Gorham memulai perjalanan bisnis wewangiannya dengan membuat scented candle. Ia mendirikan Byredo, diawali parfum pertama yang menangkap esensi kenangan akan aroma sang ayah, yang meninggalkan keluarganya ketika Gorham masih kecil.
Sejak awal, Byredo dikenal dengan pendekatan minimalis khas Skandinavia—terlihat dari desain kemasan, hingga komposisi scent yang modern, ringan, namun tetap emosional dengan narasi masing-masing. Inilah yang membuatnya cepat berkembang dari niche label menjadi salah satu jenama paling berpengaruh di dunia parfum luks.
Lima varian unggulannya adalah:
- Gypsy Water—menawarkan aroma fresh woody yang ringan dan effortless
- Bal d’Afrique—terinspirasi dinamisnya tarian Afrika
- Rose of No Man’s Land—tribute Gorham untuk para perawat di daerah konflik
- Mojave Ghost—esensi ketangguhan bunga hantu (Mohavea confertiflora) yang tumbuh di Gurun Mojave, AS, nan gersang.
Kini, perjalanan Byredo memasuki babak baru di Indonesia dengan membuka butik pertamanya di Plaza Indonesia, Jakarta, tepatnya di Level 2.
Dirancang sebagai ruang yang menggabungkan material, cahaya, dan proporsi, begitu masuk butik ini kita seakan memasuki semesta kecil Byredo. Interiornya menonjolkan elemen batu granit, lantai terrazzo, serta palet warna netral yang dipadukan aksen burgundy, menciptakan suasana yang minimal namun tetap hangat dan sensorial.
Area utama butik menampilkan parfum sebagai pusat perhatian, baik itu Eau de Parfum maupun Absolu de Parfum (versi lebih intens) dan koleksi Night Veils yang lebih mewah dengan intensitas keharuman yang tinggi—semuanya ditata di atas “pulau” granit yang bergaya arsitektural.
Lini body care dan hand care, lilin wangi, hingga krim tangan melengkapi pilihan, dengan area gifting jadi sudut yang menyenangkan untuk mengeksplorasi pilihan.
Sementara itu, area lounge menghadirkan pengalaman yang lebih intim melalui sentuhan material seperti kayu lacquer dan karpet tenun dari jenama Swedia, Kasthall.
Setiap detail butik ini dihadirkan untuk memperkuat filosofi Byredo bahwa aroma, ruang, dan ritual bisa menyatu dalam satu pengalaman utuh. Selamat datang di semesta kecil wewangian luks yang refined, personal, dan artistik. (f)
Zornia Harisantoso