Kebanggaan menggunakan brand lokal tak hanya berlaku di industri mode tanah air. Banyak masyarakat, khususnya kaum muda, yang bangga memakai produk riasan dan skin care buatan Indonesia. Jika dulu konsep memilih produk riasan berdasarkan gengsi dan lebih percaya pada produk impor, kini hal tersebut mulai bergeser dengan munculnya ‘pemain’ lokal baru di dunia kecantikan. Wajah-wajah baru ini memiliki perencanaan matang, mulai dari kemasan produk yang sangat modern hingga strategi pemasaran yang gencar di media sosial. Mereka ini berhasil mengalihkan perhatian sebagian besar pencinta dunia tata rias.
Dengan dukungan bahan baku keragaman hayati, rempah-rempah, dan aromatik di Indonesia, pastinya produk dalam negeri bisa berjaya. Tak hanya ingin berlaga di Nusantara, banyak dari produk lokal yang tak sabar berekspansi ke luar negeri, apalagi dengan pasar bebas ASEAN yang berlaku sejak tahun lalu. Bisa jadi, dunia kosmetik Indonesia tercium di mata dunia. Pasti kita turut bangga!
Berikut ini beberapa merek kecantikan dalam negeri yang patut Anda lirik.
Wardah
Wardah terbilang baru dibanding kosmetik lokal yang sudah puluhan tahun hidup di Nusantara. Tapi, gebrakan sebagai pionir kosmetik halal pada tahun 1995, menjawab dan memenuhi kebutuhan wanita muslim dalam dunia kecantikan. Sejalan sambutan positif pasar, brand ini berevolusi mencakup market yang lebih universal dan tidak dibatasi hanya dari aspek religi. Hal itu digambarkan dengan pemilihan brand ambassador yang beragam, yaitu Dewi Sandra hingga Tatjana Saphira.
Dengan kualitas terjamin produk Wardah juga terkenal dengan harga terjangkau. Produk ini tersebar di supermarket dan department store besar dengan 4.500 beauty advisor di seluruh Indonesia. Tak hanya berusaha menguasai pasar lokal, negara tetangga seperti Malaysia, Singapura hingga Hong Kong sudah menjadi pasar dengan respons yang tak kalah tinggi. Rangkaian lipstik, bedak two way cake serta moisturizing cream menjadi produk dengan penjualan tertinggi yang menjadi andalan. Selain tetap menjaga kualitas terbaik dengan harga yang terjangkau, Wardah juga berusaha bersaing dengan produk impor yang merajai pasar kosmetik di Indonesia.
Polka Beauty
Menangkap tren kecantikan lip lacquer yang merajalela di dunia kecantikan, Desty Uwais, Astrid Rahma Novalia, Fitri Reksoprodjo, dan Tiara Adikusumah menciptakan lipstik cair dengan nama Polka. Walau terbilang baru, brand yang hadir di pertengahan tahun 2015 ini mendapat banyak perhatian. Mengandalkan kekuatan media digital, Polka memulai penjualannya lewat website resmi, yaitu www.polkabeauty.com, juga Instagram, @polkacosmetics. Walau hanya menjual produk lipstik cair, formulasi berkualitas tanpa pewangi dan merkuri menempatkan Polka sebagai urutan pertama lipstik lokal tahan lama yang tidak kering versi salah satu forum kecantikan online.
Tanggapan pasar yang tinggi juga dibuktikan dengan puluhan reseller resmi yang tersebar di berbagai pulau di Indonesia. Polka juga bisa ditemukan di pusat belanja virtual, sephora.co.id, sociolla.com, serta moxy.co.id. Jangkauan e-commerce yang tanpa batas menghasilkan produk ini berkembang pesat dan sudah memiliki agen di Australia dan Amerika. Tak berhenti pada dekorasi bibir, Polka juga mempersiapkan berbagai produk dekoratif riasan yang menunggu untuk diluncurkan dalam waktu dekat.
Banyak yang tidak menyangka brand Emina produk asli Indonesia. Kemasan, pemilihan warna, serta bentuk produk terasa sangat modern dan jauh dari kesan tradisional. Konsep Emina playground yang diusung untuk mendekati pasar juga terbilang sangat ringan dan cocok ditujukan untuk kalangan remaja. Hal tersebut yang membuat Emina cepat tertangkap ‘radar’ para pencinta make up di kalangan muda hingga para beauty bloggers. Gencar dalam media sosial, akun Instagram, @eminacosmetics, telah menggaet lebih dari 11.000 followers.
Bersama dengan Isyana Sarasvati dan Nasya Marcella, Emina berkampanye konsep beauty is fun. Tema ‘taman bermain’ ini dimaksud untuk menghapus paham beauty is pain terhadap dunia kecantikan yang terlalu serius dan melepaskan kreasi masing-masing individu agar lebih playful dalam memilih kosmetik.
Tak hanya terbilang atraktif, produk yang sudah tersebar di 29 kota besar di Indonesia ini memasang harga yang ramah di kantong sehingga cocok bagi kalangan muda. Produk inovatif seperti cheeklit cream blush yang dapat berubah warna dan lipstik creme de la creme langsung menjadi favorit. Merek yang telah tersedia di Guardian dan Watson, Hypermart, serta online shop sociolla.com ini terus berinovasi dengan rangkaian riasan dekoratif serta produk perawatan tubuh yang akan menyusul hadir di tahun ini.
Mineral Botanica
Jika Anda mencari nama Mineral Botanica di laman pencarian, ratusan ulasan produk favorit, seperti soft matte lip cream serta loose foundation, pasti akan muncul. Walau terbilang baru, kualitas produk yang bebas paraben dan teruji klinis ini membuat Mineral Botanica patut diperhitungkan. Lebih dari 30 reseller yang tersebar di hampir seluruh Indonesia membuat produk ini cepat dikenal, terutama dengan kehadiran media sosial. Mineral Botanica juga dipercaya sebagai sponsor riasan berbagai acara di stasiun televisi lokal dan banyak mendapat ulasan positif dari blogger kecantikan terkenal di dunia digital.
Karena permintaan pasar yang tinggi, selain lewat media elektronik, Mineral Botanica berencana segera mendistribusi ke department strore besar agar memiliki toko fisik yang bisa dikunjungi langsung oleh konsumen. Di antara produk lokal lainnya, Mineral Botanica merupakan merek pertama yang meluncurkan produk air cushion yang terbilang teknologi baru, bahkan di dunia riasan internasional.
Bali Alus
Jika dahulu Anda sering menemui produk Bali Alus ketika bertamasya ke Bali, kini rangkaian perawatan tubuh ini bisa Anda temui di toko kesehatan, department store, hingga supermarket terdekat. Dengan komposisi bahan dari rempah-rempah organik tradisional Indonesia, Bali Alus sudah mengekspor produknya ke luar negeri, seperti Korea, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Australia. Walaupun masih memiliki kendala meyakinkan pasar dengan produk lokal yang kalah pamor dengan produk dari luar negeri, Bali Alus yakin bahan dasar alami dari kekayaan negeri sendiri masih menjadi titik kuat produk mereka.
Merek yang berawal dari industri rumahan di tahun 2000 ini selalu berinovasi dan giat mengikuti kegiatan expo untuk memasarkan produk hasil kekayaan alam Indonesia. Krim lulur, sabun, serta masker payudara yang menjadi favorit para konsumen memotivasi Bali Alus untuk terus meningkatkan pemasaran, terutama di era digital dan media sosial.(f)