Foto: Fotosearch
- Gunakan sunblock dengan SPF 15 atau lebih baik jika kita beraktivitas langsung di bawah sinar matahari. Pemilik kulit putih membutuhkan sunblock dengan SPF lebih tinggi dibandingkan si kulit hitam.
- Pilih sunblock yang tahan air (waterproof) dan tahan keringat (sweatproof). Tanpa label tersebut, sunblock mudah terhapus saat berkeringat maupun berenang.
- Hindari sunblock yang mengandung PABA (para-aminobenzoic acid) yang bisa membuat alergi. PABA cenderung membuat kulit iritasi, kemerahan, dan makin sensitif terhadap sinar matahari.
- Oleskan sunblock 20 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan dan biarkan menyerap. Oleskan lagi setelah 20menit terpapar sinar matahari.
- Oleskan sunblock setiap 2 jam sekali saat berenang.
- Oleskan sunblock lebih pada bagian hidung, telinga, belakang leher, dan bagian lain yang paling banyak terkena sinar matahari.
- Pilih sunblock bentuk gel jika kulit berminyak dan bentuk krim kalau kulit kita kering.
Sedangkan jika kulit kita sudah terbakar atau mengalami sunburn, redakan dengan cara—seperti yang dilansir dari WebMD.com—berikut:
2. Oleskan lotion atau salep krim atau gel yang mengandung bahan-bahan seperti menthol, camphor, aloe vera. Jika perlu, simpan lotion atau salep tadi dalam kulkas supaya terasa makin dingin.
3. Banyak minum. Berada lama di bawah matahari meningkatkan risiko dehidrasi. Cegah dengan langsung banyak minum air putih atau jenis minuman lain.
4. Hindari sinar matahari. Sampai luka sunburn Anda sembuh, jangan beraktivitas langsung di bawah sinar matahari dulu.
5. Pergi ke dokter. Terutama bila Anda mengalami hal-hal berikut:
- Deman tinggi
- Badan kedinginan
- Sakit yang luar biasa
- Sunburn terjadi pada lebih dari 20% tubuh.
- Mulut kering, selalu haus, jumlah urin berkurang, pusing, badan pegal-pegal, karena ini tanda-tanda terjadinya dehidrasi.(f)
Nanda Pribandini/Meiranie Nurtaeni
Topic
#perawatankulit