1. Berkonsultasi kepada dokter kulit, terutama jika Anda memiliki riwayat kulit sensitif atau masalah alergi. Penting untuk melakukan tes alergi terlebih dahulu sebelum prosedur dilakukan. Bagi yang mudah keloid, sebaiknya tidak melakukan sulam.
3. Perhatikan alat dan bahan yang digunakan. Seluruhnya harus steril, jarumnya pun harus baru. Pewarna yang aman bagi kulit adalah pewarna organik atau alami, bukan sintetis.
4. Tentukan desain alis, bibir, dan bulu mata yang Anda inginkan. Komunikasikan produk dan gaya make up yang sering Anda aplikasikan kepada terapis dan jangan ragu meminta pendapat kepada pihak ketiga, seperti sahabat atau pasangan. Sebaiknya sesuaikan dengan karakter dan kepribadian, karena yang tampak mengagumkan pada penampilan selebritas belum tentu cocok dengan Anda. Sama seperti memotong rambut dengan gaya baru, Anda bisa saja sangat mencintai atau membenci hasilnya. Jadi, sebaiknya jangan sampai menyesal.
6. Sulam alis dan sulam bibir tidak disarankan untuk penderita diabetes, wanita hamil, atau yang sedang mengalami menstruasi. Saat menstruasi, kulit menjadi lebih sensitif sehingga prosesnya akan terasa lebih sakit, bahkan dapat menyebabkan perdarahan. Lakukan sekitar seminggu sebelum menstruasi atau saat kulit dalam kondisi paling prima.
7. Tidak mengonsumsi alkohol minimal 4 hari sebelum melakukan sulam alis/ bibir. Alkohol akan mengurangi kekuatan zat anestesi yang dioleskan menjelang proses sulam. Dari yang seharusnya 100%, menjadi 60%-70% saja.
8. Siapkan mental. Yakinkan diri Anda mampu menerima segala konsekuensinya. (f)