Foto: Dok. 123RF
Tingkat kelembapan udara yang tinggi membuat kulit wajah memproduksi sebum berlebih. Apabila kondisi wajah yang berminyak terinteraksi dengan bakteri, jangan kaget jika jerawat bandel dan komedo akan muncul dalam waktu yang relatif cepat. Menurut dr. Yari Castiliani, Sp.KK., clay merupakan salah satu bahan alami yang langsung didapatkan dari lapisan bumi, mengandung berbagai mineral dan vitamin yang baik untuk kulit.
Clay sudah digunakan dalam ritual perawatan wajah dari ribuan tahun lalu di Mesopotamia dan Mesir kuno. Kini, clay dikemas dalam rupa yang lebih praktis, selain menjadi salah satu bahan aktif pada perawatan kulit wajah sehari-hari, mulai dari masker, face cleanser, dan lain sebagainya.
Walaupun mampu menyerap minyak dan membersihkan pori-pori, clay juga berguna untuk menenangkan kulit wajah yang iritasi, berperan sebagai agen detoksifikasi kulit, juga berguna untuk anti aging.
Fase terakhir yaitu fase kering. Pada fase ini clay akan menyerap seluruh kelebihan sebum, komedo, dan toksin pada wajah seperti layaknya magnet. Pada tahap ini, kulit akan terasa lebih kencang atau sedikit merasakan sensasi gatal karena clay sedang melakukan tugasnya untuk menyerap kelembapan wajah. Namun, hati-hati, karena bisa saja kelembapan alami Anda juga terserap!
Kuncinya, coba tes dengan mengusap masker menggunakan tangan Anda. Segera bersihkan masker clay sebelum seluruhnya telanjur terlalu kering, agar kulit tidak kehilangan kelembapannya. (f)
Baca juga:
Perawatan Kulit di Malam Hari Andalan Wanita Korea
Tren Eye Shadow 2017 yang Sesuai Untuk Wanita Indonesia
5 Cara Tepat Pakai Krim Mata
Topic
#perawatanwajah