Dok. Shutterstock
Pernahkah menyadari bahwa kita memiliki kulit berjenis normal saat usia muda? Berbagai masalah biasanya baru muncul jika usia kita mulai menginjak usia matang bukan? Bagaimana dengan kulit kering? Apakah bisa terjadi tiba-tiba? Apakah kulit kering itu banyak jenisnya?
Pada prinsipnya kulit kering terjadi karena kurangnya perlindungan sebum alami, sel-sel di permukaan kulit menjadi kusam, karena banyaknya tumpukan sel kulit mati, sehingga kerutan terlihat lebih jelas. Kurangnya kelembapan di permukaan kulit membuat perlindungan sebum dengan leluasa keluar dan mempercepatnya hilangnya air di permukaan kulit.
Kulit yang kurang terlindungi secara alami seperti ini mudah sekali mengalami dehidrasi. Terutama Ketika faktor-faktor lain juga berperan. Misalnya kita tidak rutin menggunakan pelembab atau pelindung matahari.
Jika kulit kering sering dikaitkan dengan munculnya banyak kerutan, maka saya akan meluruskan hal ini karena tidak benar. Perlu diketahui bahwa kerutan muncul akibat dari kerusakan kulit yang umumnya tidak disadari. Di usia remaja kita banyak beraktivitas di bawah sinar matahari dan sangat boleh jadi tanpa proteksi sama sekali. Hal inilah yang kemudian bisa menjadi masalah.
Terlebih secara alami kulit wajah kita dipengaruhi ekspresi kita (facial expression) seperti tertawa, tersenyum, mengerutkan dahi dan sebagainya. Memang jika kulit kita kering, hal tersebut akan lebih ‘membekas’ .
Perawatan untuk Kulit Kering :
1. Mengetahui konsep merawat kulit kering yaitu yang perlu diperhatikan bukan hanya frekuensi merawatnya tapi konsistensi perawatan yang harus menjadi fokus. Kulit kering membutuhkan perlindungan di permukaan dalam bentuk pelembab yang mengandung pelindung atau emolien. Tingkat keberhasilan ditentukan oleh jumlah bahan emolien dalam kandungan yang dimilki.
Pelembab yang digunakan harus mengandung humektan untuk membantu menarik air dan mengikat kelembaban ke sel-sel dan diantara sel-sel epidermis. Jadi humektan menarik air dan emolien menjaga dari penguapan dari kulit.
2. Meningkatkan stimulasi kulit secara bertahap dan alami supaya terjadi pembaharuan sel. Melakukan eksfoliasi lembut dengan menggunakan asam alfa hidroksida ringan akan membantu mendorong pembaharuan sel, meningkatkan hidrasi, dan meningkatkan produksi alami lipid antar sel untuk fungsi barier.
Dengan sering melakukan pengelupasan kulit akan meningkatkan penetrasi dan efektivitas pelembap.
3. Mengetahui komponen yang harus dihindari dari suatu produk yang dipakai. Untuk kulit kering hindari produk yang mengandung alkohol atau isopropil. Hindari produk dengan pH yang sangat tinggi.
Produk seperti ini mungkin akan baik untuk kulit normal dan berminyak, tetapi tidak untuk kulit kering. Hindari produk beraroma,hal ini dapat mengiritasi kulit kering
4. Jika kulit Anda terasa gatal, itu karena kulit kering memiliki celah pada fungsi barrier-nya. Dimana ujung saraf lebih terbuka dan dibandingkan jenis kulit lainnya. Hal yang dapat dilakukan adalah segera mengaplikasikan pelembab. Jika kulit sangat gatal, gunakan krim yang mengandung kortison (gunakan dalam waktu singkat saja).
5. Melakukan perawatan steaming / penguapan wajah maupun tubuh membantu menghilangkan rasa tidak nyaman pada kulit yang terlalu kering. Hal ini akan memberikan manfaat nyata jika dibarengi dengan prosedur menggunakan pelembab (untuk wajah dan tubuh) setelah proses selesai.
6. Kulit kering akan sangat terbantu dengan seringnya membaurkan minyak ke daerah yang kering. Melakukan pemijatan merupakan salah satu bagian dari meningkatkan metabolisme dan juga menstimulasi kelenjar minyak untuk memproduksi sebum.
Be gentle to your skin
dr Juliana Yu, MD.H NH
House Of Skinovation
Thamrin Residence, Ruko Blok A no. 10, Jakarta10230
Tel (021) 29937500
www.skinovation.co.id
BACA JUGA :
Ask The Expert : Apakah Foundationku Cocok?
Ask The Expert : Kapan Kita Perlu Filler?
Ask The Expert : Apa Itu Strawberry Skin?
Topic
#AskTheExpert, #KulitKering