Perjumpaan pertama Eros Candra (35) dan Sarah Diorita (23) pada tahun 2003 tak menyisakan kesan istimewa. Maklum saja, saat itu Sarah masih berusia sangat belia: 12 tahun. Selain itu, gitaris Sheila on 7 (SO7) yang tengah naik daun saat itu juga tengah menjalin kasih dengan seorang wanita.
Meski begitu, keduanya tak pernah putus kontak sebagai teman baik. Hingga enam tahun kemudian, Eros dan Sarah tak bisa menampik suratan takdir bahwa keduanya memang sudah digariskan menjadi sepasang suami-istri.
Menemukan Kenyamanan
Pertemuan keduanya terjadi secara kebetulan dalam pesawat dari Yogyakarta. Eros saat itu akan manggung bareng SO7 ke Singapura, sedangkan Sarah hendak pulang kampung ke rumah ibunya di Lyon, Prancis. Karena sama-sama dari Yogyakarta, maka obrolan Eros dan Sarah pun seputar teman-teman ‘sekampung’. Tak perlu waktu lama bagi keduanya untuk merasa klik. “Yogyakarta kan kecil. Mayoritas teman Eros, kenal saya juga. Jadilah kami nyambung dan berteman baik setelah pertemuan itu,” kenang wanita cantik berdarah campuran Jawa dan Prancis ini.
Diamini pula oleh Eros yang menganggap biasa perjumpaan pertama dengan sang istri. Di benaknya, sama sekali tak ada kesan spesial yang menandakan bahwa Sarah akan jadi pendamping hidupnya kelak. “Bagaimana mau membayangkan Sarah bakal jadi istri saya, wong, saat itu dia masih umur 12 tahun. Ha… ha... ha…,” kelakar musikus yang hingga saat ini masih berdomisili di Yogyakarta ini.
Meski tak menyisakan getar spesial, Eros dan Sarah mengaku langsung cocok satu sama lain. Hal itu disebabkan latar belakang keluarga masing-masing. Eros anak sulung dari 4 bersaudara. “Saya sudah terbiasa ngemong adik-adik. Makanya, meski usia kami terpaut 12 tahun, saya tetap bisa nyambung dengan Sarah,” jelas Eros, tersenyum. Sedangkan Sarah yang anak tunggal, sejak kecil sudah terbiasa ditinggal kedua orang tuanya bepergian ke Prancis. “Ibu dan Ayah kebetulan sudah bercerai saat saya masih kecil. Barangkali hal itulah yang membuat saya tangguh dan jauh dari sikap manja,” aku Sarah.
“Makin lama jalan bareng Sarah, saya tak bisa menampik keinginan untuk selalu berada di dekatnya. Dia membuat hidup saya komplet dan terasa nyaman. Ia memang masih muda. Tapi, di beberapa momen tertentu, Sarah bisa menempatkan diri lebih dewasa ketimbang saya,” tutur musikus yang juga pernah berakting membintangi film indie, Mati Bujang Tengah Malam, bersama Artika Sari Devi, ini.
Alangkah senang hati Sarah ketika sang kekasih melamar. Cita-cita saya menikah di usia muda pun terwujud sempurna. Ia tidak merasa kehilangan masa muda. Sarah justru bersyukur bisa berumah tangga dan punya anak di usia muda. “Toh, saya sudah nyaman dengan Eros dan enggak mau dengan pria lain juga,” ujar Sarah yang mengisi kesibukannya dengan menekuni bisnis art class ini.
Tak salah keputusan dan pilihan Eros untuk menikahi Sarah, meski usianya masih 18 tahun kala itu. Bila Eros harus meninggalkannya untuk manggung di Jakarta, Sarah yang masih muda tak lari mencari kesenangannya sendiri, tetapi justru memilih berkumpul dengan keluarga Eros di Yogyakarta. “Tak jarang Sarah malah membawa jalan-jalan adik dan ibu saya,” kata Eros, terharu.
Tipe wanita yang sayang keluarga seperti Sarahlah yang dirindukan Eros. “Saya memang mencari pendamping hidup yang tak hanya bisa menyenangkan saya secara pribadi, tapi juga orang lain di sekeliling saya, terutama keluarga,” ungkap gitaris yang terkenal produktif menulis lagu ini.
RIZKA AZIZAH