Konon, yoghurt ditemukan secara tidak sengaja sejak 4,5 abad lalu (sekitar 3 SM) oleh seorang peternak domba yang menyimpan kelebihan susu domba hasil perahannya di dalam kantong dari kulit domba. Ketika hendak dikonsumsi, susu telah menjadi asam, dengan tekstur yang mengental, walau tak bisa disebut basi. Bakteri dari kulit domba itulah yang secara alami memfermentasi susu menjadi asam, namun masih enak diminum. Susu kecut itu dinamai jugur, yang berarti susu asam, dalam bahasa Turki.
Dalam perkembangannya, yoghurt masyarakat Turki tak lagi berasal dari susu mentah. Dengan sengaja, susu domba dipanaskan tidak sampai mendidih dalam wadah keramik hingga volumenya menyusut sebanyak dua pertiga dari volume awal. Setelah suam-suam kuku, susu dibubuhi ‘bibit’ yoghurt sebagai biang, lalu diperam hingga menjadi yoghurt siap konsumsi.
Sumber lain menyebut, yoghurt pertama kali dikenal di Prancis setelah seorang dokter Yahudi dari Konstantinopel, Turki, datang mengobati Raja Francois I yang sedang menderita sakit pencernaan. Susu asam ini di Prancis disebut jaourt. Karena konsumsi yoghurt di Eropa yang sangat tinggi. kemungkinan besarnya adalah imigran Eropa yang memperkenalkan yoghurt ke Hindia-Belanda dan Asia. (f)