Wheatgrass, atau rumput gandum yang masih muda, mengandung 70% klorofil (pigmen hijau tumbuhan) sebagai sumber kelangsungan hidup tumbuhan. Klorofil juga membantu membangun kembali sel darah merah di dalam tubuh sehingga dapat menstabilkan tekanan darah. Konsumsi wheatgrass tiap hari (minimal 300 g dalam bentuk jus) juga bersifat antibakterial.
Di sisi lain, wheatgrass kaya akan vitamin B dan mineral yang sangat diperlukan untuk kelancaran metabolisme tubuh dan mengontrol nafsu makan, usai berpesta. Masing-masing nutrisi tersebut bisa mengatasi sembelit, iritasi usus, atau masalah perut lainnya. Wheatgrass juga dapat mengembalikan enzim yang mulai menipis dikarenakan bertambahnya usia.
“Konon, konsumsi wheatgrass di Barat sudah dimulai tahun 1930 berkat percobaan Charles F. Schnabel dan upaya untuk memopulerkan tanaman rumput gandum ini,” papar laman www.verdurebali.com, toko online di Bali yang khusus memasarkan wheatgrass berikut hasil olahannya.
Schnabel, seorang ahli kimia pertanian, melakukan eksperimen pertamanya menggunakan potongan rumput ini untuk merawat ayam yang sakit. Tak hanya pulih, ayam itu juga menghasilkan telur lebih banyak. Meski penuh risiko, Schnabel mulai mencobakan wheatgrass pada menu diet keluarganya. Hasilnya? Kesehatan keluarganya bertambah prima. Sejak itulah Schnabel mulai berani memopulerkan rumput gandum dan bahan ini mendunia.
Di Indonesia, keberadaannya mulai diminati sekitar lima tahun kebelakang. Dan bisa dibilang ini hasil dari kekuatan word of mouth di dunia maya. Seperti halnya Verdure Bali, yang dalam sehari harus bisa menanam puluhan pot untuk dipasarkan ke berbagai kota Indonesia.
BERLIANTI SAVITRI
Pesan di mana?
• Verdure Bali: www.verdurebali.com (0361 9999372 / 021 77999955).
Email: info@verdurebali.com.
• Indonesia Organic: www.indonesiaorganic.com
Email: info@indonesiaorganic.com
• Wheatgrass Indonesia: www.wheatgrassindonesia.com (08179735622)
• Rumput Gandum: www.rumputgandum.com (081288851177).