Metode terbarunya, Anda tidak sekadar menghitung keluar-masuk kalori, tapi juga didorong untuk lebih memilih ‘power foods’, seperti gandum-ganduman, daging tanpa lemak, produk olahan susu rendah lemak, aneka buah segar, serta sayuran berkadar gula rendah dalam jumlah besar.
Kata dr. Phaidon:
Diet ini tidak cocok bagi Anda yang kurang disiplin soal hitung-menghitung kalori. Awalnya metode ini juga dikritik karena penghitungan kalori semata terkadang melupakan aspek nutrisi. Misalnya, Anda bisa saja lebih memilih biskuit dengan 100 kalori daripada beberapa potong apel 100 kalori yang tentunya lebih sehat. Metode ini sebenarnya merupakan versi lain diet rendah kalori. Tak salah diterapkan sebagai langkah awal mengurangi makanan tinggi kalori. Konsep power food-nya masuk akal dan layak dicoba. Hanya, Anda perlu sedikit cerdas memodifikasi teknik penghitungan kalori. Gunakan konsep porsi (setara sekepal tangan) untuk mengatur pola makan Anda.
Ternyata, gaya belanja berpengaruh terhadap berat badan Anda. mau tahu lebih lengkap? Klik di sini!