Psikosomatik secara harfiah diterjemahkan sebagai berbagai keluhan fisik (somatis) yang disebabkan atau dipengaruhi oleh faktor psikologis atau psikososial. Keluhan-keluhan ini bisa meliputi sistem pernapasan, kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah), kulit, pencernaan, dan urogenital.
Bentuk keluhan pada setiap orang bisa bermacam-macam, tergantung pada sistem tubuh yang diserang. Semua gejala ini sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk melindungi diri dari serangan emosional atau psikis bertubi-tubi yang datang dari pikiran bawah sadar Anda.
Profil penderita biasanya terkait dengan orang-orang yang ambisius, perfeksionis, dan sangat berpatokan pada target. Mereka memang lebih rentan terhadap serangan psikosomatik. Karakter ini akan mempersepsi lingkungan menjadi lingkungan berstres tinggi.
Psikosomatik bisa dikelola apabila kita mampu mengelola stres. Namun, sama seperti umumnya masalah kejiwaan, kemunculan psikosomatik bisa dikendalikan. Caranya dengan mengelola stres dan mengontrol respons terhadap stres.
Untuk gangguan psikosomatik yang berkepanjangan, biasanya dokter akan meresepkan antidepresan yang sesuai. Tidak seperti obat penenang atau antitesa, obat antidepresan tidak mengakibatkan ketergantungan pada pasien, sehingga aman dikonsumsi dalam jangka panjang. (f)