Istilah untuk ayam yang dijual tanpa melalui proses sembelih dengan good handling practices (cara penanganan yang baik), namun ayam yang dijual merupakan ayam yang sudah mati (biasanya karena penyakit tertentu).
Karakteristik: Tampilan fisik ayam ini mudah dibedakan dengan ayam segar dari warna yang pucat kebiruan, bau yang tidak normal dan cenderung bau busuk, serta bagian daging pahanya bukan kemerahan, namun agak gelap kebiruan.
Ayam gelonggongan
Karakteristik: Daging ayam lebih basah dan berair dibandingkan ayam segar pada umumnya. Air yang berlebihan tidak mampu diikat oleh protein daging sehingga saat daging ayam dipotong-potong maka air akan cepat keluar. Kadar air yang tinggi ini membuat daging ayam gelonggongan lebih cepat busuk daripada ayam segar.
Ayam berformalin
Daging ayam atau ayam segar yang tidak habis dijual dalam sehari seharusnya disimpan di lemari es atau freezer agar kondisinya tetap baik. Namun, karena fasilitas tersebut sering tidak dimiliki oleh pedagang, ayam kemudian dicelupkan ke dalam larutan formalin agar awet jika tetap dibiarkan di suhu ruang. Ayam ini tidak akan busuk sehingga bisa dijual kembali keesokan harinya.
Karakteristik: Warna daging ayam pucat, aroma segar daging ayam hilang, daging lebih ‘tegar’ dibandingkan ayam segar. Bagi orang-orang yang peka, bau formalin ini mudah dikenali. (f)