Kue Cimpa
Kue langka dari ketan, gula merah, dan kelapa parut ini memiliki variasi pengolahan, hingga menghasilkan sejumlah variasi. Ini misalnya Cimpa Tuang (kiri), Cimpa Unung-unung, Cimpa Matah, Cimpa Gulame, dan Cimpa Lepat (bawah).
Untuk Cimpa Tuang, semua bahan seperti tepung ketan, telur, kelapa, dan gula merah dicampur, lalu digoreng di wajan beroleskan lemak sapi.
Bahan dalam Cimpa Matah, yakni tepung ketan, kelapa, dan gula merah, hanya ditumbuk dalam lesung, lalu dikepal-kepal seperti kue pohul-pohul. Cimpa Matah tak perlu dimatangkan. Bahkan ada Cimpa Bohan, yakni yang dimasak dalam buluh bambu.
Gule Ikan Sale
Ikan sale (‘nerung kerah’ dalam bahasa Karo) adalah ikan yang dikeringkan melalui pengasapan (‘sale’ adalah proses pengasapan). Jenis yang umum adalah limbat atau belut. Limbat adalah sejenis ikan lele sungai yang banyak hidup di perairan Tapanuli. Ukurannya ramping, minim lemak, berbeda dengan ikan lele jumbo yang banyak diternakkan di pulau Jawa.
Proses selanjutnya, ikan salai dari pasar akan dipanggang kembali di atas bara api hingga beraroma lalu direndam dalam air untuk meluruhkan abunya. Gaya masak gulai pun mengikuti, yakni memasaknya di atas api kecil bersama santan berempah dan terutama buah cikala. Ikan ditambahkan di langkah akhir agar tekstur ikan tidak hancur.
Daun singkong rebus hadir sebagai jadi pendamping atau ditambahkan ke dalam proses masak kuah. Ada pula yang menambahkannya dengan kacang panjang atau terung muda. (BERLIANTI SAVITRI)