Banyak wanita dilanda kecemasan akan dampak yang mungkin ditimbulkan dari kegiatan masturbasi. Padahal, menurut dr. Ryan, bila dilakukan dengan benar dan aman, bahaya masturbasi secara medis belum tentu terjadi seperti yang ditakutkan. Bahkan, aktivitas ini sebetulnya dapat menyehatkan secara psikologis. Sebab, jika gairah yang muncul ditekan terus-menerus tanpa tersalurkan, ada kemungkinan terjadi ketegangan emosi. Dengan menyalurkan gairah lewat aktivitas ini, ketegangan tersebut bisa dikendurkan.
Masturbasi juga mengizinkan Anda mengalami kesenangan seksual tanpa tergantung pasangan. Selama bermasturbasi, Anda juga memiliki kebebasan memegang kendali, sebab Anda memusatkan perhatian pada sensasi menyenangkan diri. Tangan atau media lain yang digunakan dapat secara tepat mengeksplorasi bagian-bagian yang diinginkan.
Yang penting diketahui, Anda tidak harus selalu mencapai orgasme saat bermasturbasi. Sesekali Anda boleh saja melakukan masturbasi tanpa harus mencapai garis finish, terutama sebelum memulai aktivitas bercinta. Dengan start dalam keadaan ‘sudah panas’, tentunya Anda akan lebih mudah mencapai orgasme saat bercinta dengan suami. (f)