Sex & Relationship
Wajar Terjadi

4 Feb 2015

Diakui Ratih Ibrahim, psikolog dan pendiri Personal Growth Counseling and Development Center, lumrah bila dua orang asing yang merasa saling cocok, jatuh cinta. Suasana hati yang relaks saat liburan, menurut Ratih, berperan besar memicu timbulnya euphoria untuk terlibat cinlok. Maka tak mengherankan bila Anda dan pria yang baru Anda temui, tiba-tiba langsung klik dan nyambung satu sama lain.
 Yang awalnya hanya mengobrol biasa, berbuntut janjian ngopi bareng, lalu berlanjut ke ‘acara’ yang lebih serius. “Saat liburan, kondisi otak sedang santai-santainya. Ini bikin kadar rasionalitas bergerak turun. Di sinilah cinta lokasi bisa terjadi,” jelas Ratih. Terlebih lagi, bila Anda bepergian ke tempat-tempat romantis seperti Bali, Yogyakarta, Paris, Milan, ataupun New York. Menurut Ratih, memang suasana dan kondisi suatu tempat terbukti punya andil besar menciptakan atmosfer sarat romantisme. Tak mengherankan bila segala aktivitas yang Anda lakukan bersama dia jadi terasa seru dan mengasyikkan.
“Sekalipun Anda dan gebetan hanya nongkrong di angkringan sederhana di Yogyakarta, momen itu terasa seru karena didukung dengan suasana, tempat, maupun orang baru,” ungkapnya.
Ratih menambahkan, manusia pada dasarnya bukan makhluk yang mampu mengandalkan rasionalitas. Ada saat-saat di mana pikiran manusia dikendalikan perasaan sehingga mengesampingkan logika. Dan, ini terjadi pula saat melakukan traveling. “Actually, we’re ruled by our mind. Saat otak dikendalikan perasaan, akal sehat menurun. Anda jadi rentan terbawa perasaan. Makanya, jangan heran bila Anda mendadak jadi sosok yang romantis, saat liburan,” papar Ratih.
Advertisement
Ia menambahkan, faktor musim ternyata bisa pula menentukan mood seseorang untuk melakukan affair . Musim panas misalnya. Pada saat itu, banyak orang pergi berlibur karena cuaca sedang cerah. Teriknya sinar matahari pun mampu menciptakan mood positif yang mendorong seseorang jadi lebih mudah terbawa suasana. “Itulah mengapa muncul istilah summer fling. Banyak orang yang terlibat affair saat liburan musim panas.”
Diakui Ratih, kebanyakan cinta lokasi saat traveling hanya berlangsung singkat. Musim liburan berakhir, pasangan traveling biasanya harus kembali ke ‘dunia nyata’ masing-masing. Affair yang terjalin selama liburan pun mau tak mau juga ikut kandas.  Menurut Ratih, pendekatan yang relatif sebentar itulah yang menyebabkan fondasi cinta lokasi selama liburan tak kuat. “Biasanya, seseorang langsung menyadari kekonyolan yang ia lakukan selama berlibur. Ia tersadar, ‘Saya kemarin ngapain, ya?’ Ini terjadi karena ambang sadar rasionalitas yang kembali ketika Anda memasuki ‘dunia nyata’ usai liburan.”
Tapi, ada juga, lho pasangan affair yang tetap bertahan dan memilih melanjutkan hubungan lebih serius, meski acara liburan sudah usai. Bahkan, Ratih mengaku, ada pula yang berani mengambil langkah ekstrim: meninggalkan pasangannya masing-masing demi meneruskan affair yang terjalin selama liburan.
“Affair yang berlanjut sampai ke jenjang serius biasanya dipengaruhi faktor-faktor tertentu. Dua orang asing yang sama-sama memiliki pernikahan tak bahagia,yang bertemu, bisa langsung cocok, dan terjadilah affair,” ungkap Ratih.(f)



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?