2. Membuat Anda merasa tak berharga. Terus-menerus mengkritik pilihan busana, berat badan, model rambut, bahkan senyum Anda. Teman sejati adalah orang yang menghargai Anda apa adanya. Kalaupun Anda melakukan kesalahan, ia tidak akan menghakimi Anda, tapi memang terdengar tulus mengingatkan Anda.
4. Tukang memanfaatkan. Saling membantu memang itu gunanya teman. Tapi, kalau terus-menerus menjadikan Anda sebagai ATM, lupakan saja. Lebih buruk lagi jika teman itu memanfaatkan Anda sebagai pemuas nafsu belaka.
6. Punya pasangan kacau. Bukannya tak ingin membantu, tapi Anda pasti bakal muak menyaksikan drama cinta orang yang tidak peduli pada diri mereka sendiri.
7. Menjelek-jelekkan Anda di belakang. Ia tahu semua sisi baik dan buruk Anda, jadi jika ia tidak bisa menjaga kepercayaan Anda, sebaiknya Anda tidak meneruskan pertemanan dengannya.
8. Sama sekali berbeda. Dulu Anda memang satu kampus. Tapi, jika kini Anda berdua sudah menjadi dua pribadi dengan dunia (hobi, minat, preferensi, dan lainnya) yang terlalu jauh berbeda, bahkan saat bertemu Anda berdua merasa canggung dan tak ada yang bisa dibincangkan kecuali nostalgia masa kuliah, buat apa memaksakan diri menjaganya.(NURI FAJRIATI)