Tanpa Anda sadari, ternyata cara Anda hidup sangat memengaruhi kondisi keuangan Anda. Selalu saja ada orang yang tidak mau jujur pada keadaan hidupnya sendiri. Misalnya saja, orang yang ingin terlihat keren dari luar hingga memaksakan diri, walau kondisi di dalam morat-marit.
Memilih Sikap Hidup
Menurut perencana keuangan independen, Ligwina Hananto, sikap hidup ini ada di semua lapisan masyarakat. Mulai dari karyawan, level eksekutif, hingga para sosialita di kota besar. Supaya sikap hidup kita lebih baik, banyak yang harus kita pikirkan dulu, dan tidak memikirkannya hanya untuk diri sendiri, melainkan melibatkan orang-orang di sekeliling kita.
Caranya mudah. Coba perhatikan, di ruangan kantor tempat Anda bekerja pasti terdapat beberapa orang kolega Anda. Bisa jadi setengah di antara mereka memiliki kehidupan keuangan yang sehat, dan setengahnya lagi justru sedang berantakan. Secara kesejahteraan, mungkin semuanya hampir sama. Namun, ada dua alasan mengapa kondisi keuangan mereka bisa berbeda, meski bekerja di tempat yang sama.
Alasan pertama dan yang terpenting adalah hubungan yang baik dengan pasangan. Jika hubungan Anda dan pasangan baik, ini akan terefleksikan pada cara hidup dan kondisi keuangan Anda. Pasangan yang bisa berkomunikasi tentang uang, tentu mengerti berapa uang yang masuk serta pergi ke mana saja uang yang mereka hasilkan tiap bulannya. Lebih penting lagi, pasangan yang bisa berkomunikasi tentang uang juga akan berdiskusi asyik tentang investasi.
Alasan kedua adalah soal berdamai dengan kenyataan hidup. Orang yang punya masalah besar dalam hidupnya dan tidak bisa berdamai dengan masalah itu, bisa saja mengompensasikan ketidakpuasannya pada hal lain. Bisa dalam bentuk makanan, shopping, atau liburan, yang tentu membutuhkan uang. Inilah salah satu cara hidup yang biasanya direfleksikan orang yang belum biasa berdamai dengan kenyataan hidupnya. Sebenarnya, masalah gaya hidup yang besar pasak daripada tiang, sering kali bukan berupa masalah keuangan. Pada beberapa orang, hal ini lebih pada masalah psikologis. Memang, selain bicara tentang uang dan angka, perencanaan keuangan juga bicara tentang sifat manusia, yang tidak bisa ditentukan dengan angka.
Saat Anda tidak bersedia berhadapan dan berdamai dengan masalah dalam hidup Anda, keuangan Anda pun akan langsung terkena dampaknya. Jika ingin memperbaiki keuangan Anda, mari belajar jujur pada diri sendiri. Ini tentu bukan hal yang mudah. Berbohong pada orang lain, suatu hari akan ketahuan juga. Tapi, saat berbohong pada diri sendiri, hanya diri sendiri yang bisa mengajak kembali pada kenyataan yang sebenarnya.(f)