Walau melihat kelatahan orang Indonesia dalam berbisnis rainbow cake, Adithya Pratama, Pastry Chef Dapur Cokelat sulit melihat fenomena serupa akan terjadi pula pada deconstructed dessert. Alat dan bahannya membutuhkan area kerja yang luas, tak bisa sesempit kafe. Opsi untuk memasoknya dari luar –sebagaimana banyak kafe memperoleh suplai rainbow cake-- mustahil diterapkan pada dessert yang harus dibuat dadakan ini (alias, à la minute).
Deconstructed dessert pun idealnya dinikmati secara dine-in. Padahal, alasan mudahnya penyerapan rainbow cake di Indonesia adalah karena produk ini bisa dijadikan gift atau bisa dibawa pulang. Terlalu sulit pula menduplikasinya dalam waktu cepat, demi mengejar volume.
Namun, sekali Anda mencoba deconstructed dessert, jiwa bagai terbang ke surga kecil. Pencuci mulut tak disangka bisa seindah ini. Dingin, lunak, renyah, manis, kecut, panas, cair, akan menyatu di mulut. Coba setidaknya sekali dalam seumur hidup di resto eksklusif!