Health & Diet
Transplantasi Hati

20 May 2015


Sehebat-hebatnya organ hati, apabila terus-terusan digempur oleh virus, bakteri, zat-zat beracun, alkohol, akibat gaya hidup yang tidak sehat, maka lama-kelamaan ia akan mengalami penurunan fungsi. “Apabila fungsinya turun hingga di bawah 30%, atau mengalami kegagalan fungsi hati, maka tandanya seseorang harus mulai memikirkan transplantasi hati,” ungkap Dr. dr. Rino A. Gani, Sp.PD-KGEH, dari Divisi Hepatologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSCM-FKUI.
   
Tim hepatologi RSCM  hingga kini telah menangani 12 kali transplantasi hati. Salah satunya adalah operasi transplantasi hati, di mana seorang anak perempuan mendonorkan 40 persen hatinya untuk sang ayah yang diabadikan melalui rekaman video Youtube. “Hati bekerja sangat efisien. Sehingga, untuk kebutuhan manusia, cukup 30% saja yang berfungsi, maka segala sesuatunya berjalan normal. Kalau organ yang satu ini sampai sakit, berarti Anda yang sudah sangat keterlaluan!” ujar dr. Rino.
Advertisement
   
Namun, yang lebih menakjubkan adalah kemampuan hati untuk beregenerasi. Hati, kalau dipotong akan tumbuh lagi. Kalau 40% diberikan kepada penerima donor (resipien), maka dalam waktu 1,5 bulan hati yang terpotong tadi akan tumbuh lagi ke volume semula, sehingga kemampuan dan kapasitasnya relatif tidak berubah. Demikian juga 40% hati yang diberikan kepada resipien, akan tumbuh sampai mencapai volume hampir 100%.
   
“Tidak perlu memiliki hubungan darah untuk menjadi seorang donor hati. Yang pasti ia harus sehat, tidak memiliki penyakit berbahaya atau infeksi yang dapat menulari penerima. Kalau dulu harus memiliki golongan darah sama, sekarang hal ini bukan menjadi syarat lagi,” papar dr. Rino. Selanjutnya, pendonor akan menjalani pemeriksaan untuk melihat kesehatan tubuhnya, termasuk anatomi hatinya, apakah sesuai dengan yang dibutuhkan resipiennya. Seperti obat patah hati, organ hati yang rusak pun bisa disehatkan dengan hati yang lain. (f)



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?