Singkong memang alien, bukan (tanaman) asli Indonesia. Namun, kini Indonesia amat pantas menyebut diri sebagai ‘Negeri Singkong’. Lembaran FAO Food Outlook 2011 yang dirilis FAO, lembaga pangan dunia di bawah PBB, menempatkan Indonesia sebagai negara penghasil singkong nomor tiga dunia. Dengan produksi sekitar 24.009.700 ton/ tahun, Indonesia hanya kalah dengan Nigeria dan Brasil.
Namun, posisi ke-3 dunia ini barangkali kini harus direvisi. Sebab, dalam diskusi mengenai ketahanan pangan Indonesia yang berlangsung di Jakarta, 11 Desember 2012, ada indikasi produksi singkong Indonesia kini terbesar di dunia. “Karena lahan kita masih luas, dan gairah menanam meningkat, khususnya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku berbagai industri dunia,” ungkap Bustanul Arifin, pakar pangan sekaligus Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Negeri Lampung.
Importir lain adalah Amerika dan negara-negara dunia lain yang getol mengembangkan industri bioetanol. Lebih ironis lagi, di berbagai daerah Indonesia, petani singkong sering menjerit karena produksi singkongnya yang menggunung tiap musim panen busuk sia-sia tak bisa diserap pasar. Sungguh disayangkan. (f)