Dilihat dari kejadiannya, tremor dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:
Rest tremor. Tremor ini akan terjadi dan sangat terasa bila tangan dalam keadaan tidak bekerja, misalnya ketika diletakkan di pangkuan atau saat berjalan. Biasanya terjadi pada ibu jari dan jari-jari. Tremor jenis ini dapat reda sendiri apabila tangan lebih aktif dan sering digunakan. Rest tremor dapat ditemukan pada penderita parkinson, tremor esensial, dan pada penderita neurosifilis (infeksi otak atau sumsum tulang belakang).
Action tremor. Tremor ini terjadi ketika otot dalam keadaan aktif, misalnya saat menunjuk suatu objek, saat menjulurkan lidah, saat menuangkan teh ke dalam gelas, menulis, berbicara, atau saat mendorong sesuatu. Tremor ini bisa terjadi pada tremor esensial maupun simtomatik, atau setelah penggunaan obat-obatan tertentu, penderita parkinson, dan konsumsi alkohol. ”Namun, untuk sebagian orang, alkohol justru bisa mengurangi frekuensi tremor. Hal biasa dilakukan oleh mereka yang demam panggung,” kata dr. Herianto Tjandradjaja, Sp.S, spesialis saraf dari Eka Hospital BSD, Tangerang.
Postural tremor. Tremor ini bisa terlihat dan dirasakan kalau tubuh menahan bagian tubuh lainnya seperti lengan yang diluruskan ke depan. Postural tremor akan terjadi setelah mengonsumsi obat-obat tertentu, seperti obat depresi dan obat asma. Sesudah minum kopi, dalam keadaan cemas, gembira, atau takut. Akibat kelelahan karena bekerja, dan karena demam. Mungkin juga karena kelenjar tiroid yang sedang aktif. (f)