Tidak dipungkiri, keterikatan yang cukup lama penikmat kopi dengan generasi kedua kopi (two wave coffee) yang digerakkan oleh kemunculan Starbucks, telah mendorong munculnya keinginan untuk menikmati kopi dengan cara yang berbeda. Kopi tak lagi dibuat secara massal, seperti gaya coffee shop di generasi kedua yang menjadi produk cepat saji. Kedai kopi di generasi ketiga mengedepankan konsep slow bar. Kopi disiapkan dengan cara yang lebih personal dan butuh waktu lebih lama. Tak lagi menggunakan mesin espresso besar, tapi menggunakan mesin pembuat kopi berukuran personal dengan harga yang lebih murah.
Faunda Liswijayanti